Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Sarasehan Pancasila: Letakkan Pancasila Sebagai Nilai Dasar dan Universal

Yoseph Umarhadi (kiri) dan Plt. Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi, Yana Indrawan MPR RIYoseph Umarhadi (kiri) dan Plt. Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi, Yana Indrawan MPR RI

Topcareer.id – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bekerja sama dengan Institut Filsafat Pancasila, mengadakan sarasehan bertajuk Pancasila sebagai Dasar Filsafat Negara dan Relevansinya dalam Kehidupan Bersama.

Acara yang dilakukan untuk memperingati Hari Kelahiran Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni ini akan digelar di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis 2 Juni 2022.

Direktur Institut Filsafat Pancasila Yoseph Umarhadi menyebutkan, selain demi memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022, secara khusus sarasehan ini juga bertujuan untuk mengembangkan pemahaman tentang Pancasila yang selama ini lebih banyak bermuatan politis (sebagai Ideologi), menjadi pemahaman yang lebih filosofis.

Sebab, kata Yoseph, sejatinya Pancasila adalah nilai-nilai dasar dan universal (filsafat) yang dihayati dan dihidupi selama ratusan tahun oleh Bangsa Indonesia. 

“Para pendiri meletakkan bangunan negara ini di atas suatu dasar filsafat yang kokoh (philosophische grondslag),” ujar pria yang pernah menjadi anggota DPR/MPR RI sejak 1999 sampai 2019.

Yoseph menyebutkan, menurut penelitian, memasuki zaman reformasi, pembicaraan tentang Pancasila semakin mengendur dan jauh dari kehidupan masyarakat. Pelaksanaan demokrasi di Indonesia pun cenderung bersifat liberal dan prosedural.

Karena itu, setiap warga negara dan penyelenggara negara seyogyanya harus memahami Pancasila dengan benar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-sehari sehingga menjadi pandangan hidup, jiwa, dan filosofi dasar bagi Bangsa Indonesia. 

Di sisi lain, Yoseph menyebutkan bahwa kesan pada umumnya, menganggap Pancasila merupakan domain elit yang pembahasannya berada di istana pada Zaman Orde Baru, kemudian beralih ke gedung DPR/MPR RI pada Zaman Reformasi.

Karena itu, sarasehan ini diharapkan bisa memindahkan titik koordinat elitis (bumi yang datar) menuju ke publik atau semua warga/ rakyat (bumi yang buat) sebagai pemegang kedaulatan dan menjadi diskursus publik.

Baca juga: Bambang Soesatyo Apresiasi Hadirnya Buku ‘Pancasila Dasar Filsafat Bangsa Indonesia’

Rekomendasi untuk MPR RI

Dalam kesempatan ini, MPR RI dan Institut Filsafat Pancasila menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya, termasuk artis Cinta Laura yang diharapkan bisa menjadi magnet bagi generasi muda, agar tertarik pada Pancasila. 

Acara akan diawali dengan pidato pembukaan oleh Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, SE, MBA yang sekaligus menjadi keynote speaker.

Lalu, pembicara selanjutnya adalah Prof. Frans Magnis Suseno, seorang Guru Besar Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta.

Romo Magnis akan bicara tentang Pancasila sebagai konsensus negara yang sifatnya mendasar.

Selanjutnya, Yoseph Umarhadi MSi, M.A.  Doktor Filsafat dan Penulis Buku Hakikat Manusia Pancasila, hendak bicara tentang hakikat manusia Pancasila itu sendiri, dan mantan Ketua BPIP Yudi Latief, Ph.D akan berbicara tentang Pancasila dalam kaitannya dengan ketatanegaraan. 

Sementara itu, Cinta Laura yang didapuk mewakili generasi muda, akan memberikan speech tentang bagaimana menghayati dan menghidupi Pancasila sebagai generasi muda.

“Kami berharap dari sarasehan ini akan ada keluaran atau output berupa rekomendasi yang tegas dan jelas serta refleksi tentang Pancasila yang menjadi dasar negara kita kepada MPR RI,” ujar Yoseph. 

Selain itu, juga diharapkan terbukanya kembali kesadaran akan jati diri Pancasila sebagai filsafat negara yang seharusnya mendasari hidup bermasyarakat dan berbangsa. 

Yoseph juga berharap ada buku tentang pemikiran maupun sharing pengalaman dari para pembicara maupun peserta yang disusun berdasar catatan moderator dari sarasehan ini.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan