Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
ProfesionalTren

Cek Kredit Scoring Calon Karyawan Saat Rekrutmen Bisa Jadi Hal Umum

Credit scoring calon karyawan bisa jadi hal umum untuk proses perekrutan.

Topcareer.id – Reputasi riwayat finansial seseorang ternyata dapat berpengaruh pada proses seleksi karyawan. Jika ada istilah BI Checking saat analisa kredit, saat ini juga ada credit scoring yang digunakan head hunter atau HRD perusahaan untuk menilai karakter dan reputasi keuangan calon karyawan.

Kebutuhan informasi credit scoring calon pekerja menjadi bagian proses seleksi, seperti halnya medical check up. Namun, beberapa pihak menganggap credit scoring untuk keperluan rekrutmen cenderung bersifat diskriminatif, terutama terhadap calon karyawan yang sedang mengalami kesulitan finansial.

Lantas, apakah credit scoring dalam proses rekrutmen adalah metode yang efektif, atau justru bentuk sebuah diskriminasi?

Dalam diskusi virtual berjudul “Cegah Karyawan Fraud: Cek Credit Scoring Saat Proses Rekrutmen” Managing Director Headhunter Indonesia, Haryo Suryosumarto menjelaskan credit scoring ke depannya punya peluang menjadi seperti psikotes atau medical check up yang umum dilakukan saat rekrutmen.

“Credit scoring juga tidak berdiri sendiri sebagai dasar pengambilan keputusan, karena pertimbangan dari faktor lain masih dibutuhkan seperti psikotes, kompetensi, kesesuaian budaya kerja, riwayat pekerjaan sebelumnya, latar belakang pendidikan, catatan kriminal, dan lain-lain,” kata Haryo dalam siaran pers yang diterima Topcareer.id.

Sama halnya dengan medical check up, proses pengecekan kredit kandidat dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari kandidat. “Jadi, saya rasa hal ini bukan merupakan bentuk diskriminasi,” ujar Haryo.

Haryo pun menegaskan bahwa credit scoring dalam melakukan proses rekrutmen bukanlah tindakan yang melanggar privasi karena data credit scoring hanya bisa diperoleh atas persetujuan kandidat, kebutuhannya pun bersifat opsional.

Baca juga: Pengin Kerja Di Lazada? Kenalan Dulu Seperti Apa Budaya Kerjanya

“Credit scoring itu perlu untuk menilai satu aspek dari karyawan, yaitu bagaimana kondisi kesehatan finansialnya. Penilaian ini berpengaruh khususnya untuk beberapa posisi tertentu seperti level Manager, C-level, atau posisi strategis di bidang keuangan,” lanjutnya.

Direktur Utama IdScore, Yohanes Arts Abimanyu juga menjelaskan manfaat pengecekan credit scoring bagi HR maupun kandidat.

Ia menyampaikan, credit scoring bisa menjadi pertimbangan dan informasi tambahan bagi HR untuk mendalami profil seseorang berdasarkan karakter dan reputasi keuangan seseorang melalui catatan perilaku dalam memenuhi kewajiban keuangan.

“Dengan melakukan cek riwayat kredit kandidat, khususnya untuk posisi-posisi tertentu, kita dapat mencegah atau memperkecil kemungkinan karyawan melakukan fraud yang merugikan perusahaan,” ucapnya.

Sementara, bagi kandidat, credit scoring yang baik dapat menjadi nilai tambah dalam proses melamar kerja, sekaligus kesempatan mencek keakuratan data agar rencana permohonan kredit ke depan tidak terkendala.

Hasil credit score beserta detail kredit historis dan riwayat pembayaran dapat diakses oleh kandidat secara pribadi, salah satunya melalui website www.myidscore.id.

Tinggalkan Balasan