Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 28, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

Naik ke Candi Borobudur Bakal Gunakan Sandal Khusus

Candi Borobudur. (dok. Indonesia Travel)Candi Borobudur. (dok. Indonesia Travel)

Topcareer.id – Berbagai upaya dilakukan sebagai bentuk dukungan konservasi Candi Borobudur. Salah satu kebijakan yang akan diterapkan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, yakni menyiapkan sandal khusus (upanat) yang mampu melindungi bagian candi dari keausan akibat beban wisatawan.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT TWC Hetty Herawati mengatakan, nantinya seluruh pengunjung yang naik menuju Candi Borobudur memakai upanat ini.

“Salah satu langkah awal membuat upanat. Upanat itu sebuah proteksi yang dimana nanti pengunjung bisa masuk ke candi itu dibekali dengan sandal khusus yang bisa melindungi candi dari keausan,” kata Hetty dalam keterangan persnya, dikutip Kamis (9/6/2022).

Menurutnya, sejak ada kajian mengenai upanat tersebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB). Hetty menyebut, pembuatan sandal upanat ini, selain untuk konservasi juga untuk mendukung ekonomi kreatif di Borobudur.

“Upanat ini diproduksi oleh masyarakat di desa-desa sekitar Borobudur. Kami sangat menyambut baik, kita mendukung sekali, kita support pembuatan upanat di 20 desa di sekitar Borobudur,” katanya.

Untuk upanat sendiri, kata dia, saat ini baru dalam tahapan menyiapkan produksinya. Oleh karena itu, perwakilan dari 20 desa dilatih untuk mengidentifikasi bahan-bahan pembuatan upanat tersebut.

Baca juga: 8 Kota Paling Unik Dan Tidak Biasa Di Dunia (Bagian 1)

“Kita lakukan workshop dan pelatihan yang terus menerus sampai kita mendapatkan yang memang bagus, kita ingin memberikan yang terbaik untuk pengunjung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Pemeliharaan Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur (BKB), Bramantara mengatakan, dengan kuota pengunjung yang dibatasi 1.200 orang, pihaknya menyiapkan sandal upanat dalam jumlah yang sama.

“Kalau tiket laku semua berarti sandalnya 1.200. Nanti kan berproses juga. Otomatis selama nanti lakunya (tiket) berapa ya itu yang diproduksi. Urusan marketing sebenarnya ngikuti pembelian tiket. Kalau tiket laku 100 ya sandalnya bikin 100,” ujarnya.

Sebelumnya, sandal upanat ini telah diuji coba pada Januari 2022. Uji coba ini diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, PT TWC, Balai Konservasi Borobudur (BKB), Pemkab Magelang.

Selain itu, pada Maret 2022, sandal upanat juga dipakai oleh delegasi G20 Energy Transition Working Group (ETWG) yang berkunjung dan naik ke Candi Borobudur.

Tinggalkan Balasan