Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 28, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

Duh! Tesla Teratas dalam Catatan Kecelakaan Kendaraan Semi-Otonom

Elon Musk. Sumber foto: pappastpost.comElon Musk. Sumber foto: pappastpost.com

Topcareer.id – Popularitas dan tingginya teknologi yang dibenamkan pada mobil listrik semi otonom Tesla tidak berbanding lurus dengan data banyaknya kecelakaan yang melibatkannya dibanding dengan pembuat mobil sejenis lainnya.

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) melaporkan angka kecelakaan terrtinggi justru dipimpin oleh Tesla.

Ini adalah laporan pertama dari jenis mobil semi otonom dan menunjukkan bahwa regulator perlu meningkatkan pengawasannya terhadap teknologi self-driving.

Tesla menggunakan fitur-fitur seperti bantuan jalur dan kontrol jelajah penyesuaian otomatis, namun masih membutuhkan pengemudi di belakang kemudi setiap saat.

Dari 392 total kecelakaan yang dilaporkan ke NHTSA selama setahun yang berakhir 21 Mei 2022, Tesla menyumbang 273 kecelakaan.

Sementara itu Honda 90 kecelakaan, dan 100+ perusahaan lainnya yang termasuk dalam survei masing-masing melaporkan 10 atau lebih sedikit kecelakaan.

Baca juga: Mobil Tesla Dipakai Jualan di ‘Kampung Tesla’ China

Hal itu bukan berarti Tesla termasuk yang paling buruk, karena memang jumlah mobil dengan teknologi bantuan pengemudi di jalan lebih banyak daripada merek lain.

Kemudian, Tesla akan otomatis melaporkan data kecelakaan baik itu ringan ataupun berat secara otomatis melalui wi-fi dan koneksi seluler di mobilnya.

Sementara itu pembuat mobil lainnya sebagian besar masih mengandalkan laporan pelanggan, dan mungkin kecelakaan kecil tidak dilaporkan, sehingga angka laporannya bisa lebih kecil.

Biar bagaimanapun juga laporan tersebut memberikan lebih banyak pengaruh untuk kritik terhadap sistem Autopilot Tesla.

NHTSA telah meningkatkan level penyelidikannya terhadap sistem bantuan mengemudi Tesla menjadi “analisis teknik”, ini dapat menyebabkan penarikan produk.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan