Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Agustus 9, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

10 Alasan Utama Kenapa Karyawan Resign (Bagian 1)

Ilustrasi resign. Sumber foto: ShutterstockIlustrasi resign. Sumber foto: Shutterstock

Topcareer.id – Manajer yang baik tahu betul betapa mahalnya pergantian karyawan dan harus berusaha meminimalkan biaya tersebut.

Adalah fakta bahwa tidak setiap karyawan dapat dipertahankan seberapapun adilnya mereka diperlakukan.

Bukan rahasia lagi bahwa biaya pergantian karyawan itu mahal. Selain biaya finansial yang jelas untuk mengganti mereka, kepergian seorang karyawan dapat berdampak negatif pada moral rekan kerja mereka.

Ini bisa menyebabkan kerusakan yang lebih besar pada tenaga kerja di perusahaan.

Mengingat tingginya biaya untuk menarik, mempekerjakan, dan melatih karyawan, strategi retensi karyawan harus selalu diperhatikan.

Berikut sepuluh alasan utama mengapa karyawan memilih meninggalkan pekerjaan mereka atau resign, dan bagaimana cara menghindarinya.

Bagian pertama dari artikel:

Karyawan Merasa Diremehkan dan Disepelekan
Karyawan perlu diingatkan dari waktu ke waktu bahwa kontribusi mereka dihargai.

Menunjukkan penghargaan tidak harus berupa penghargaan yang berlebihan atau insentif finansial.

Itu bisa sesederhana pengakuan verbal dan memberikan umpan balik yang positif.

Kurangnya Gaji yang Tepat dan Komunikasi Seputar Kompensasi
Kompensasi dan gaji yang adil merupakan faktor kunci dalam mengurangi turnover karyawan.

Penting untuk bersikap transparan tentang kenaikan gaji dan memberikan alasan jika kenaikan gaji ditolak.

Jika karyawan diberikan komunikasi yang jelas dan transparansi seputar kompensasi, mereka akan merasa dihormati dan tidak akan cenderung melompat dari kapal.

Work Life Balance dan Fleksibilitas Tidak Memadai
Lewatlah sudah hari-hari mengharapkan karyawan dipaksa duduk diam di meja kerja mereka di kantor setiap hari dari pukul 9 pagi hingga 5 sore.

Sekarang banyak orang yang bekerja dari jarak jauh akibat pandemi, dan mereka harus menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi.

Karyawan sekarang akan lebih suka mencari perusahaan yang memungkinkan lebih banyak fleksibilitas jadwal kerja, lokasi, dan jam kerja.

Perusahaan akan mendapat manfaat dari menyediakan banyak waktu istirahat dan penjadwalan yang fleksibel bagi karyawan mesekipun pandemi berakhir.

Baca juga: Stres dan Burn Out? Resign Mungkin Tidak akan Membantu

Perubahan Manajemen dan Restrukturisasi Tanpa Komunikasi
Perusahaan yang gagal merencanakan dan mengkomunikasikan perubahan organisasi dengan baik berisiko kehilangan karyawan yang berharga.

Bagian dari manajemen perubahan melibatkan pembinaan mereka yang paling terpengaruh oleh perubahan untuk menjaga semangat, dan memastikan transisi yang mulus.

Meskipun sulit membagi semua detailnya, semakin banyak informasi yang dapat diberikan pada karyawan, maka akan semakin baik!

Mesin dan Peralatan Untuk Kerja di Kantor Sudah Usang
Mulai peralatan gudang hingga komputer atau laptop, peralatan yang sudah kuno dapat memainkan peran utama dalam karyawan yang berlari menuju pintu keluar.

Teknologi bisnis sekarang menjadi pusat bagaimana perusahaan dijalankan, mulai dari meningkatkan proses bisnis, hingga bagaimana menjaga komunikasi saat bekerja dari jarak jauh.

Mengganti pekerja yang frustrasi dengan teknologi usang terbukti lebih mahal dalam jangka panjang daripada memperbarui peralatan kerja di kantor.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan