Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Mengenal Blackout Challenge, Tren yang Mengancam Nyawa

Tips memanfaatkan tiktok untuk bisnis.

Topcareer.id – TikTok sedang digugat oleh orang tua dari dua gadis muda yang meninggal akibat diduga berpartisipasi dalam ‘blackout challenge’ di platform.

Orang tua kedua anak tersebut dalam gugatannya menuduh algoritma TikTok sengaja mempromosikan tren tersebut kepada anak-anak mereka.

Mari lihat lebih dekat apa itu ‘blackout challenge’ dan mengapa remaja berpartisipasi dalam kegiatan tersebut:

Blackout Challenge
Tantangan blackout challenge mengajak orang untuk sengaja menahan napas hingga pingsan karena kekurangan oksigen.

Menurut laporan Center for Disease Control and Prevention (CDC) di AS, beberapa bentuk tantangan serupa telah beredar di internet sejak 2008.

Sebuah studi yang dilakukan oleh CDC menunjukkan bahwa setidaknya 82 orang muda telah meninggal setelah berpartisipasi di dalamnya.

Meski sumber tren viral tersebut tidak diketahui, sebuah laporan di The New York Times menyatakan bahwa tantangan tersebut menjadi sorotan setelah tiga anak meninggal di Italia tahun lalu.

Tantangannya memang melibatkan aktivitas mencekik diri sendiri yang mengakibatkan pingsan atau mati lemas.

Gugatan Terhadap TikTok
Menurut The Verge, platform media sosial itu telah menghadapi banyak tuntutan hukum dari orang tua terkait tantangan khusus ini.

Yang terbaru diajukan pada hari Kamis (7/7) oleh orang tua dari dua gadis muda Lalani Walton dan Arriani Arroyo yang menuduh bahwa putri mereka telah meninggal ketika mencoba ‘blackout challenge’ tahun lalu.

Gugatan terhadap TikTok dan perusahaan induknya ByteDance mengatakan “anak-anak meninggal karena pencekikan diri saat berpartisipasi dalam ‘blackout challenge’ di TikTok yang mendorong pengguna untuk mencekik diri mereka sendiri dengan ikat pinggang atau barang serupa lainnya sampai pingsan.”

Secara khusus, For You Page atau FYP dari TikTok telah bertanggung jawab dalam gugatan tersebut.

Halaman tersebut menampilkan serangkaian video yang dikuratori oleh TikTok berdasarkan demografi, suka, dan aktivitas pengguna sebelumnya di aplikasi.

Gugatan tersebut mengklaim bahwa platform berbagi video seharusnya tahu bahwa produknya “adiktif” dan memberikan konten berbahaya kepada anak-anak.

TikTok dinilai gagal mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghentikan penyebaran video semacam itu secara luas.

Matthew P Bergman, pengacara pendiri Pusat Hukum Korban Media Sosial mengatalan TikTok perlu dimintai pertanggungjawaban karena mendorong konten mematikan ke dua gadis muda ini.

Anak-anak lain yang menjadi korban tantangan ini pada tahun lalu termasuk seorang anak berusia 10 tahun di Italia, anak berusia 12 tahun di Colorado, anak berusia 14 tahun di Australia, ada juga anak lainnya berusia 12 tahun di Oklahoma.

Baca juga: Google dan Apple Diminta untuk Hapus TikTok

Tanggapan TikTok
TikTok yang dimiliki oleh ByteDance dan berbasis di China tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Juru bicara TikTok mengatakan, “’Tantangan’ yang mengganggu ini tampaknya dipelajari orang dari sumber selain TikTok dan sudah lama sebelum TikTok ada serta tidak pernah menjadi tren di TikTok.”

Pihaknya akan tetap waspada dalam berkomitmen terhadap keamanan pengguna dan akan segera menghapus konten terkait jika menemukan konten serupa.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan