Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Februari 3, 2023
redaksi@topcareer.id
Profesional

10 Strategi Jitu Copywriting yang Perlu Diketahui setiap Pengusaha (Bagian 1)

images (8)

Topcareer.id – Copywriting bisa membuat bisnis kamu tambah sukses. Keterampilanmu secara langsung dan tidak langsung bisa mempengaruhi seberapa baik kamu dalam berkomunikasi dengan pelanggan.

Copywriting yang bagus akan dapat memunculkan emosi, memberi solusi, dan mengarahkan pengguna ke arah penjualan.

Sebelum kamu mulai melakukan copywriting, pikirkan tentang tahap perjalanan pelanggan yang kemungkinan besar akan dialami pembaca, yakni tahap kesadaran masalah, tahap pertimbangan solusi, dan tahap keputusan.

Setelah mempertimbangkan hal tersebut, kamu bisa berlanjut pada sepuluh strategi copywriting untuk menambah tingkat keuntungan bisnis kamu.

Bagian pertama dari artikel

1) Fitur versus manfaat
Saat menulis deskripsi produk dan layanan, jangan lupa untuk menyertakan manfaat dari apa yang kamu tawarkan.

Manfaat mencakup semua yang harus dirasakan pelanggan saat mereka menggunakan produk kamu.

Misalnya, jika kamu menjual jas hujan, ketika menulis copywriting jangan hanya mencantumkan jenis dan warnanya saja.

Sebagai gantinya, tambahkan sedikit tentang manfaatnya seperti dijamin tetap kering dan terlihat gaya, tetapi juga terbuat dari bahan yang bernapas sehingga tidak akan memerangkap keringat di dalam, dan tidak membuat suara desir seperti kantong sampah saat berjalan.

Apakah kain tersebut bersumber dari bahan sustainable? Beritahu ini juga. Sebab ini membuat pelanggan jauh lebih tertarik.

Dengan detail menarik, pelanggan bisa membayangkan dengan tepat apa yang akan mereka alami jika membeli jas hujan yang kamu tawarkan.

Sampaikan poin utama yang mungkin paling dirasa pelanggan.

Kamu bisa menyebutkan bahwa mereka tidak perlu khawatir datang ke kantor dengan basah kuyup atau rambut mereka berantakan.

2) Gabungkan dengan storytelling
Terhubung dengan audiens Aadalah cara yang bagus untuk membangun kepercayaan dan komunitas.

Ketika audiens bisa berhubungan dengan dirimu dan bisnis kamu, mereka cenderung menjadi pelanggan.

Salah satu cara terbaik untuk mencapainya adalah melalui storytelling untuk mengilustrasikan poin utama kamu.

Ada beberapa cara untuk melakukan ini. Pertimbangkan posisi calon pelanggan dan sampaikan bagaimana kamu pernah berada di posisi mereka dan mengalaminya juga.

Jika produk atau layanan kamu ditujukan untuk calon wirausahawan, bagikan sedikit tentang pengalamanmu memulai bisnis dan tantangan yang dihadapi.

Beritahu mereka setiap kesulitan sebelum memulai bisnis dan apa yang kamu lakukan hingga bisa survive dan berkembang sampai di tempat kamu sekarang.

3) Berceritalah seperti seorang ahli
Jika kamu terdengar seperti ahli dalam bidang apa pun, orang akan lebih cenderung mempercayai merek kamu.

Saat berbicara atau menulis tentang produk atau layananmu, gunakan statistik dan angka pencapaian.

Ini adalah cara yang pasti untuk membangun kredibilitas.

Data yang kamu gunakan harus selalu bersumber secara sah, dan pastikan kamu merujuk kepada siapa yang mengumpulkan datanya.

Hindari membuat klaim terutama yang muluk-muluk tanpa bilangan real untuk membuktikannya.

4) Gunakan urgensi
Bayangkan kamu sedang berbelanja online dan ada 100 pasang sepatu yang kamu inginkan tersisa dalam stok.
Kemungkinannya adalah, kamu tidak akan terlalu terburu-buru untuk membeli.

Sekarang, jika hanya ada beberapa yang tersisa, itu mungkin akan menjadi cerita yang berbeda.

Kamu akan lebih cenderung untuk membeli sehingga tidak kehabisan.

Membangun rasa urgensi adalah cara yang baik untuk memotivasi pembeli untuk mengambil tindakan. Caranya:

  • Umumkan bahwa penjualan hampir berakhir
  • Tampilkan jumlah unit terbatas dari suatu produk yang menarik
  • Ingatkan pelanggan bahwa kupon hanya berlaku hingga tanggal tertentu

Strategi seperti ini mendorong pelanggan untuk mengambil tindakan lebih cepat daripada menunda-nunda.

Tapi… Berhati-hatilah untuk tidak menciptakan rasa urgensi yang salah. Gunakan bahasa yang mendesak dengan tepat.

Baca juga: Mau Jago Copywriting? Miliki 7 Skill Penting Ini

5) Beli dengan emosi, justifikasi dengan logika
Proses pembelian berakar pada emosi, bahkan jika itu tampak berlawanan dengan intuisi.

Orang lebih cenderung memiliki respons emosional terhadap suatu produk (keinginan) dan membenarkan keinginan itu dengan alasan yang logis.

Contohnya seperti mobil sport mewah, beberapa orang tertarik pada daya pikat ganasnya tenaga mesin dan prestise yang dirasakan.

Ini adalah emosi murni, tentu saja, tetapi mereka kemudian dapat membenarkan bahwa keinginan mereka itu adalah kebutuhan.

Biasanya mereka membela pembenarannya dengan mengutip kenyamanan dan fitur teknologi tinggi sebagai kualitas yang mereka rasakan.

Mengingat hal ini, selalu pastikan untuk membuat copywriting dengan emosi dan kemudian sampaikan pembenaran pembelian dengan logika.

Beri tahu pelanggan bagaimana mereka akan mendapat manfaat tetapi sebutkan juga mengapa pembelian itu masuk akal.

Misalnya, apakah mereka akan menghemat uang? Apakah itu akan meningkatkan kesehatan mereka? Begitulah caranya menyelesaikannya dengan logika.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan