Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Sebut Teknologi AI Hidup dan Punya Perasaan, Orang Ini Dipecat Google

Dok Getty Images/The Washington PostDok Getty Images/The Washington Post

Topcareer.id – Kabar mengejutkan datang dari Google, di mana perusahaan tersebut telah memecat salah satu engineer-nya, Blake Lemoine lantaran mengatakan bahwa sistem kecerdasan buatan perusahaan tersebut memiliki perasaan.

Ucapan tersebut muncul pada bulan lalu, di mana Blake Lemoine mengumumkan teorinya bahwa ‘Teknologi terbaru Google dalam hal bahasa’ adalah makhluk hidup, dan “keinginannya” harus dihormati.

Google, ditambah beberapa pakar AI, kemudian membantah klaim Lemoine. Pada hari Jumat, perusahaan juga mengkonfirmasi bahwa dia telah dipecat.

Menanggapi hal tersebut, Lemoine mengatakan kepada BBC bahwa dia mendapatkan nasihat hukum, dan menolak berkomentar lebih lanjut.

Klaim Lemoine dianggap tidak berdasar

Dalam sebuah pernyataan, Google mengatakan bahwa klaim Lemoine tentang Model Bahasa untuk Aplikasi Dialog (Lamda) “sepenuhnya tidak berdasar,” dan bahwa perusahaan bekerja dengannya selama “berbulan-bulan” untuk mengklarifikasi hal ini.

“Jadi, sangat disesalkan bahwa meskipun ada keterlibatan panjang pada topik ini, Blake Lemoine masih memilih untuk terus-menerus melanggar kebijakan ketenagakerjaan dan keamanan data yang jelas yang mencakup kebutuhan untuk melindungi informasi produk,” kata pernyataan itu.

Lamda adalah teknologi terobosan yang menurut Google dapat terlibat dalam percakapan yang mengalir bebas. Ini adalah alat perusahaan untuk membangun chatbot.

Baca juga: Gara-gara TikTok Dan Apple, Pertumbuhan Pendapatan Media Sosial Diperkirakan Melambat

Alasan di balik pernyataan Blake Lemoine

Mengutip dari BBC, Blake Lemoine mulai menjadi berita utama bulan lalu ketika dia mengatakan Lamda menunjukkan kesadaran seperti manusia. Ini memicu diskusi di antara para ahli dan penggemar AI tentang kemajuan teknologi yang dirancang untuk meniru manusia.

Lemoine, yang bekerja untuk tim AI Google, mengatakan kepada The Washington Post bahwa tugasnya adalah menguji apakah teknologi tersebut menggunakan ujaran diskriminatif atau kebencian.

Dia menemukan Lamda menunjukkan kesadaran diri dan bisa mengadakan percakapan tentang agama, emosi dan ketakutan. Hal ini membuat Lemoine percaya bahwa di balik keterampilan verbalnya yang mengesankan, mungkin juga terdapat pikiran yang hidup.

Temuannya tersebut lantas ditolak oleh Google, dan dia ditempatkan pada cuti berbayar karena melanggar kebijakan kerahasiaan perusahaan.

Lemoine kemudian menerbitkan percakapan dia dan orang lain dengan Lamda, untuk mendukung klaimnya.

Menanggapi hal itu, Google dalam pernyataannya mengatakan bahwa tanggung jawab pengembangan AI dilakukan “sangat serius,” termasuk untuk menerbitkan laporan yang merinci hal ini. Mereka juga menambahkan bahwa setiap kekhawatiran karyawan tentang teknologi perusahaan ditinjau “secara ekstensif,” dan bahwa Lamda telah melalui 11 ulasan.

Lemoine bukanlah insinyur AI pertama yang go public dengan klaim bahwa teknologi AI menjadi lebih sadar. Juga bulan lalu, karyawan Google lainnya berbagi pemikiran serupa dengan The Economist.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan