Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Agustus 18, 2022
redaksi@topcareer.id
SekolahSosok

Mengenal Maya Nelson, Pemimpin Baru Jakarta Intercultural School

Maya Nelson (baju kuning) di acara Indonesian Week 2018Maya Nelson (baju kuning) di acara Indonesian Week 2018

Topcareer.Id – Jakarta Intercultural School (JIS) akan memulai tahun ajaran baru pada bulan Agustus 2022 dengan pemimpin baru, Maya Nelson, sebagai Head of School.

JIS Board of Trustees (BOT) dengan suara bulat menyetujui pengangkatan Maya setelah pencarian internasional ekstensif yang dilakukan selama hampir satu tahun dan menjaring 35 aplikasi. Ketua BOT, Phil Rickard, mengawasi setiap langkah proses seleksi dan menyatakan antusiasmenya atas arah yang menjanjikan, yang akan diambil Maya, setelah dua tahun pembelajaran online dan hibrid akibat pandemi.

“JIS Board of Trustees berkomitmen melanjutkan program untuk mendukung JIS menjadi ‘Best for The World’ dengan Maya Nelson sebagai pemimpin,” ujar Phil. “Maya adalah sosok pendidik yang tepat bagi siswa, dan sebagai alumni JIS, ia memahami sekolah kami dan Indonesia selama ia berada di JIS sebagai siswa, guru, orang tua dari alumni, dan yang terbaru, administrator senior.”

Maya sangat memahami tantangan dalam memimpin sekolah JIS, dengan tiga kampus yang tersebar di Jakarta Selatan. Ia menjabat sebagai JIS Interim Head of School di JIS sejak Agustus 2021, dan sebelumnya sebagai Deputy Head of School dan JIS Elementary School Principal (Kepala Sekolah Dasar JIS).

Baca juga: Evita Ardianty, Sosok Kartini yang Menjabat Finance Director di PT Rekayasa Engineering

Ikatannya dengan JIS sangat mandalam, berawal sejak puluhan tahun silam sebagai pelajar. Pengalamannya dalam lingkungan JIS sebagai remaja yang terlibat dalam layanan kegiatan pembelajaran bagi anak-anak kurang mampu telah memicu semangatnya untuk mengajar, mempelajari ilmu neurodiversitas, dan pendidikan inklusif.

Ia kembali sebagai pendidik beberapa tahun kemudian untuk mengajar di Sekolah Dasar JIS dan memulai karier yang gemilang dalam pendidikan internasional yang membawanya ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, dan Hong Kong.

“Saya dibesarkan sebagai anak yang tidak tinggal di negara asal orang tua, dan saya melanjutkan perjalanan dan bekerja di berbagai negara. Rumah saya selalu berada di dalam tembok sekolah internasional,” kata Maya.

“Saya menyukai apa yang saya lakukan — ini adalah profesi yang luar biasa dan saya selalu mendapat kehormatan untuk menghabiskan hari-hari bersama para pendidik dan siswa dalam lingkungan belajar yang kreatif dan menginspirasi.”

Ketika kesempatan muncul di tahun 2018 untuk kembali ke JIS sebagai Kepala Sekolah Dasar, dia tidak ragu untuk kembali menjadi bagian dari komunitas multikultural ini.

“Saya sangat senang kembali ke JIS dan Jakarta. Ini adalah kesempatan luar biasa dapat menjadi bagian dari JIS lagi dan salah satu anak saya sendiri juga merasakan pengalaman belajar di sekolah yang telah membentuk dan membantu saya berkembang sebagai pribadi saya saat ini,” kata Maya.

Sejak itu, ia telah menjadi anggota tim kepemimpinan JIS, dengan dua tahun terakhir bertanggung jawab atas protokol pandemi sekolah, program pembelajaran online di rumah, dan transisi menuju pembelajaran hibrid dan tatap muka. Bagi Maya, pengangkatan sebagai Kepala Sekolah berarti ia dapat terus menjadi bagian dari perjalanan pendidikan siswa JIS.

“Saya sangat senang telah ditunjuk untuk peran sebagai Kepala Sekolah. JIS telah menjadi bagian penting dalam hidup saya, sebagai pribadi dan sebagai pendidik,” kata Maya. “Saya yakin dengan terus mempersiapkan diri untuk tahun depan, JIS akan terus menjadi acuan bagi pendidikan internasional secara global, dan akan memberikan kontribusi positif tidak hanya untuk Jakarta tetapi juga Indonesia.”

Maya meraih gelar Bachelor of Arts di bidang Pendidikan dari University of Northern Colorado, gelar Master di bidang Pendidikan dari San Diego State University, dan Certificate of Advanced Leadership dari Harvard University.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan