Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Agustus 13, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Hindari 5 Hal ini saat Kamu Di-PHK! (Bagian 2)

Ilustrasi PHK. Dok/Inc

Topcareer.id – Apakah kamu baru saja diberhentikan dari pekerjaan kamu? Entah itu dipecat maupun di-PHK bersama seluruh departemen, perasaan sakitnya tetaplah sama. Dan langkah kamu saat menanggapinya bisa membuat sebuah perbedaan penuh terkait karier kamu ke depannya.

Oleh karena itu, ingatlah untuk tetap menghadapi mimpi buruk ini dengan mengedepankan pemikiran rasional, bukan emosi. Dan seperti mengutip dari The Balance Careers, cobalah untuk menghindari 5 hal ini.

Bagian akhir dari artikel. Baca tulisan sebelumnya di sini.

Bertahan di pemikiran negatif
Menjelek-jelekan atasan kamu adalah sebuah cara yang buruk untuk mengungkapkan kekecewaan kamu lantaran di-PHK, begitu juga dengan berbicara negatif tentang diri kamu sendiri!

Banyak orang yang meremehkan kontribusi dan prospek karier sendiri, karena merasa down dengan apa yang sedang terjadi. Bahayanya, ini kadang muncul dalam percakapan sosial.

Ingatlah kembali bahwa setiap orang yang ajak bicara adalah kontak jaringan yang potensial. Kamu tidak tahu peluang apa yang mungkin akan dibawa mereka. Oleh karena itu, jangan membuat mereka merasa tidak nyaman mendengar ungkapan emosional kamu. Lebih baik bahas mengenai langkah karier positif yang ingin kamu ambil.

Lalu, bagaimana ada yang berani menanyakan perihal PHK kepadamu?

Yang pasti, kamu bisa memilih untuk tidak menjawabnya, atau mengeluarkan kalimat profesional seperti berikut ini:

  • “Karena merger baru-baru ini, atasan saya menghilangkan sejumlah posisi rangkap, termasuk posisi saya. Dan saya mengambil kesempatan ini untuk beralih karier dari pemasaran ke komunikasi strategis.”
  • “Reorganisasi baru-baru ini dari perusahaan ABC menyebabkan 120 PHK, termasuk saya. Saya seorang eksekutif sumber daya manusia dengan 15 tahun pengalaman bekerja sama dengan kepemimpinan perusahaan untuk menerapkan sistem baru. Tujuan saya adalah untuk menemukan posisi di mana saya dapat terus berfungsi sebagai katalis untuk perubahan tenaga kerja yang teratur dan menguntungkan.”
  • “Karena ekonomi yang sulit, perusahaan XYZ melepaskan selusin karyawan, termasuk saya. Saat ini saya sedang menjajaki peluang yang akan memanfaatkan latar belakang teknik dan manufaktur saya, serta catatan sukses saya dalam meningkatkan penjualan.”

Berpesta untuk menghilangkan stres

Ya! Mungkin beberapa orang akan menganggap ini sebagai langkah untuk memulihkan diri dari perasaan kecewa akibat dipecat. Namun, seberapapun menggiurkannya, berfoya-foya dan menghabiskan uang pesangon atau tabunganmu bukanlah hal yang bijak.

Karena kamu akan menyesalinya, dan merasa hidupmu semakin tak karuan setelah uangmu menipis sementara kamu tak memiliki pemasukan andalan untuk memenuhinya lagi. Oleh karena itu, kontrol adalah kunci yang tidak boleh kamu lupakan.

Kalaupun ingin sedikit bersenang-senang, lakukan dalam budget yang benar-benar terkontrol dan sehemat mungkin.

Baca juga: Cegah PHK Massal, Pemerintah Bakal Beri Pendampingan pada Startup

Mengisolasi diri di depan komputer
Kamu tahu ada banyak informasi hebat di internet, dan tentu saja, kamu dapat dengan mudah menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk mengirimkan resume kamu secara online.

Tetapi, tetap berada di belakang komputer seperti itu hanya akan membuatmu terjebak di sana. Untuk benar-benar mendapatkan pekerjaan baru, pada akhirnya kamu harus bertemu orang secara langsung dan keluar dari rumah kamu. Sebagian besar posisi terbuka bahkan tidak pernah diposting secara publik.

Sebagai contoh, jika kamu berbicara dengan 25 manajer perekrutan, kemungkinan besar kamu akan mendapatkan tawaran pekerjaan. Setidaknya, saat posisi berikutnya tersedia, manajer perekrutan akan memikirkan kamu.

Selain itu, kamu juga membutuhkan dukungan dan umpan balik positif yang datang dari minum kopi atau makan siang bersama mantan rekan kerja yang akrab dengan karya terbaik kamu.

Oleh karena itu, mulailah tetapkan tujuan, seperti melakukan dua panggilan jaringan sehari dan dua-tiga pertemuan langsung seminggu.

Ketika kamu berbicara dengan orang yang pernah bekerja dengan kamu, mereka akan mempelajari apa yang kamu capai baru-baru ini dan ke mana kamu ingin pergi selanjutnya.

Jadi, jangan ragu untuk mengangkat telepon atau mengirim email, dan hubungi orang-orang yang akan mengarahkan kamu ke pekerjaan hebat berikutnya.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan