Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

India Konfirmasi Kematian Cacar Monyet Pertama di Asia

Ilustrasi cacar monyet. Dok/DWIlustrasi cacar monyet. Dok/DW

Topcareer.id – India mengkonfirmasi kematian cacar monyet pertama di Asia pada hari Senin (1/8), lewat seorang pemuda di negara bagian selatan Kerala yang meninggal akibat wabah cacar monyet saat ini.

Pekan lalu, Spanyol melaporkan dua kematian terkait cacar monyet dan Brazil yang pertama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global pada 23 Juli 2022.

Pria India berusia 22 tahun itu meninggal pada hari Sabtu (30/7), pemerintah telah mengisolasi 21 orang yang telah melakukan kontak dengannya.

“Orang itu mencapai Kerala pada 21 Juli tetapi mengunjungi rumah sakit hanya pada 26 Juli ketika dia menunjukkan kelelahan dan demam,” kata Menteri K. Rajan.

Menteri Kesehatan Kerala, Veena George, mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu bahwa keluarga pria itu mengatakan kepada pihak berwenang pada hari sebelumnya bahwa dia telah dites positif di Uni Emirat Arab sebelum kembali ke India.

Kementerian kesehatan federal India tidak berkomentar tentang kematian itu, kecuali mengatakan bahwa pemerintah telah membentuk satuan tugas pejabat senior untuk memantau kasus cacar monyet di sana.

WHO mengatakan akhir bulan lalu 78 negara telah melaporkan lebih dari 18.000 kasus cacar monyet, mayoritas di Eropa.

Baca juga: Cacar Monyet Semakin Meluas, Banyak Negara Meningkatkan Level Perhatiannya

Dikatakan virus cacar monyet menyebabkan penyakit dengan gejala yang lebih ringan daripada cacar dan terjadi terutama di Afrika tengah dan barat.

Penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia.

Penularan dari manusia ke manusia terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh, lesi pada kulit atau pada permukaan mukosa internal, seperti di mulut atau tenggorokan, tetesan pernapasan dan benda-benda yang terkontaminasi.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan