Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Oktober 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Studi: Dampak Perubahan Iklim Perburuk Ratusan Penyakit Menular

climate changeClimate change (PCI Magazine)

Topcareer.id – Menurut para peneliti, bahaya perubahan iklim seperti banjir, gelombang panas, dan kekeringan telah memperburuk lebih dari setengah dari ratusan penyakit menular yang diketahui manusia, termasuk malaria, hantavirus, kolera, dan bahkan antraks.

Para peneliti melihat melalui literatur medis dari kasus penyakit yang sudah ada dan menemukan 218 dari 375 penyakit menular manusia yang diketahui, 58 persen, tampaknya diperburuk oleh salah satu dari 10 jenis cuaca ekstrem yang terkait dengan perubahan iklim, menurut sebuah penelitian di Jurnal Nature Climate Change yang rilis pada Senin (8/8/2022).

Selain melihat penyakit menular, para peneliti memperluas pencarian mereka untuk melihat semua jenis penyakit manusia, termasuk penyakit tidak menular seperti asma, alergi, dan bahkan gigitan hewan untuk melihat berapa banyak penyakit yang dapat mereka hubungkan dengan bahaya iklim, termasuk penyakit menular.

Mereka menemukan total 286 penyakit unik dan 223 di antaranya tampaknya diperburuk oleh bahaya iklim, sembilan berkurang karena bahaya iklim dan 54 memiliki kasus yang diperparah dan diminimalkan, studi tersebut menemukan.

Baca juga: Studi: Ini Efek Samping Perjalanan Luar Angkasa Terhadap Tulang Manusia

Studi baru ini tidak melakukan perhitungan untuk mengaitkan perubahan penyakit tertentu, peluang atau besarnya dengan perubahan iklim, tetapi menemukan kasus di mana cuaca ekstrem merupakan faktor yang mungkin terjadi di antara banyak faktor. Studi ini memetakan 1.006 koneksi dari bahaya iklim hingga penyakit.

“Jika iklim berubah, risiko penyakit ini juga berubah,” kata rekan penulis studi Dr Jonathan Patz, direktur Institut Kesehatan Global di Universitas Wisconsin-Madison, mengutip laman Channel News Asia.

Dokter, seperti Patz, mengatakan mereka perlu memikirkan penyakit sebagai gejala Bumi yang sakit.

“Temuan penelitian ini menakutkan dan menggambarkan dengan baik konsekuensi besar perubahan iklim pada patogen manusia,” kata Dr Carlos del Rio, spesialis penyakit menular Universitas Emory, yang bukan bagian dari penelitian.

“Kita yang berada dalam penyakit menular dan mikrobiologi perlu menjadikan perubahan iklim sebagai salah satu prioritas kita. Dan kita semua perlu bekerja sama untuk mencegah apa yang tidak diragukan lagi akan menjadi bencana akibat perubahan iklim.”

Tinggalkan Balasan