Topcareer.Id – Di umur berapa kamu tahu kalau rendang asli itu berwarna hitam pekat serta lebih kering. Sementara yang masih basah dan berwarna cokelat terang itu bukan rendang, tapi Kalio.
Bagi yang tidak paham, pasti akan merasa bahwa itu memang benar rendang yang disajikan, padahal itu bukan.
Eits, jangan kaget dulu. Sebetulnya, rumah makan tidak 100% salah saat menyajikan kalio kepada kamu, dan menyebutnya sebagai rendang, terutama bagi yang berada di luar Sumatera Barat, seperti Jakarta.
Banyak rumah makan, termasuk rumah makan padang di luar Sumatera, yang dijalankan oleh orang dari suku betawi atau Jawa, sehingga ada penyesuaian rasa agar bisa dinikmati oleh lidah penduduk.
Baca juga: Demi Pelajari Rendang, Gordon Ramsay Kunjungi Sumatera Utara
Nah, lalu apa sih yang membuat kalio berbeda dengan rendang? Yuk, kita bahas sedikit.
Tekstur: Kalio memiliki warna cokelat muda dengan tekstur lengket yang basah dan berkuah. Daging yang dimasak biasanya agak alot, memiliki aroma karamel yang khas, dan tidak sepedas rendang.
Bahan dan bumbu: Kalio bisa dimasak menggunakan banyak jenis daging, seperti daging sapi, kerbau, bebek, jeroan, bahkan jengkol atau telur. Bumbunya pun lebih sederhana.
Waktu memasak: Kalio sering disebut “rendang setengah matang” karena waktu masaknya yang jauh lebih sebentar, hanya butuh 2-3 jam untuk dimasak, berbeda dengan rendang yang harus dimasak seharian.
Nah bagaimana, sudah paham kan bedanya? Coba sekarang tebak menu yang ada di piring kamu, itu rendang apa kalio?