Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Oktober 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

WHO Ganti Nama Cacar Monyet jadi Clade. Ini Tujuannya

Ilustrasi cacar monyet. Dok/DWIlustrasi cacar monyet. Dok/DW

Topcareer.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengganti nama varian cacar monyet atau monkeypox yang telah memberikan penyakit ini stereotip Afrika sejak akhir tahun 1950-an.

Penyakit ini dinamai monkeypox setelah ditemukan pada tahun 1958. Varian yang diketahui dinamai berdasarkan status endemik geografisnya.

Varian yang diketahui pada saat penemuan adalah clade Congo Basin (Afrika Tengah) dan clade Afrika Barat.

Varian Cekungan Kongo ditemukan di Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo (DRC), Republik Kongo, Equatorial Guinea, dan Gabon, sedangkan clade Afrika Barat paling banyak ditemukan di Nigeria.

Untuk varian Cekungan Kongo akan dikenal sebagai Clade One dan yang sebelumnya merupakan varian Afrika Barat akan disebut sebagai Clade Two dan memiliki dua subclade.

“Dengan demikian, konvensi penamaan baru terdiri dari Clade I, Clade IIa, dan Clade IIb, dengan yang terakhir mengacu terutama pada kelompok varian yang sebagian besar beredar dalam wabah global 2022. Penamaan garis keturunan akan diusulkan oleh para ilmuwan saat wabah berkembang. Para ahli akan dikumpulkan kembali sesuai kebutuhan,” kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Perubahan nama terjadi setelah sekelompok pakar global berkumpul sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyelaraskan nama penyakit, virus, dan varian cacar monyet.

Meskipun cacar monyet tidak lagi dikenal sebagai masalah Afrika dan ditemukan di bagian lain dunia, namun itu tetap diidentifikasi dengan hal berbau “Afrika,” ini merupakan suatu hal yang menyinggung banyak komunitas.

Salah satunya adalah penggunaan foto orang kulit hitam dalam kasus cacar monyet yang terjadi di Eropa tidak bisa dianggap enteng.

Baca juga: WHO Resmi Nyatakan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global

Mengingat hal itu, WHO mengatakan penggantian nama varian cacar monyet tujuannya berusaha untuk “menghindari hal yang menyebabkan pelanggaran terhadap kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional, atau etnis apa pun, dan meminimalkan dampak negatif apa pun pada perdagangan, perjalanan, pariwisata, atau kesejahteraan hewan.”

Dengan demikian cacar monyet diubah menjadi clade. Para ahli juga sepakat menambahkan angka romawi pada nama clade.

Struktur penamaan yang tepat akan diwakili oleh angka Romawi untuk clade dan karakter alfanumerik huruf kecil untuk subclade.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan