Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Oktober 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Penggunaan Vaksin Moderna khusus Omicron

ilustrasi vaksin covid-19.Ilustrasi vaksin. Dok/SHRM

Topcareer.id – Inggris yang pernah jadi negara pertama yang menyetujui vaksin virus corona pada akhir 2020, kini juga kembali jadi yang pertama untuk suntikan Moderna yang disesuaikan khusus untuk menargetkan varian Omicron dan versi aslinya.

Regulator obat-obatan Inggris (MHRA) memberikan apa yang disebut vaksin bivalen yang dibuat oleh perusahaan obat AS Moderna (MRNA.O) sebagai booster untuk orang dewasa pada hari Senin (15/8).

Komite Bersama Inggris untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) akan mendukung penggunaan suntikan yang disesuaikan dengan varian dalam kampanye booster negara itu mulai September.

Keputusan memilih Moderna MHRA didasarkan pada data uji klinis yang menunjukkan booster memicu “respons kekebalan yang kuat” terhadap Omicron (BA.1) dan virus asli.

Moderna pada bulan Juni mengatakan data percobaan menunjukkan bahwa ketika diberikan sebagai dosis keempat, suntikan yang disesuaikan dengan varian meningkatkan antibodi penetral virus sebanyak delapan kali lipat terhadap Omicron.

MHRA juga mengutip analisis eksplorasi di mana suntikan itu ditemukan menghasilkan “respons imun yang baik” terhadap cabang Omicron yang saat ini dominan yakni BA.4 dan BA.5.

Baca juga: Omicron Lebih Mudah Menyerang Anak-Anak Daripada Varian Lainnya

Menurut Moderna, data percobaan menunjukkan booster yang disesuaikan dengan variannya menghasilkan tingkat antibodi penetral virus terhadap subvarian yang 1,69 kali lebih tinggi daripada yang diberikan booster asli.

Tidak ada masalah keamanan serius yang diidentifikasi dengan formulasi Moderna baru, MHRA menambahkan pada hari Senin (15/8).

“Apa yang diberikan oleh vaksin bivalen ini kepada kita adalah alat yang diperkuat di gudang senjata kita untuk membantu melindungi kita dari penyakit ini karena virus terus berkembang,” kata Kepala Eksekutif MHRA June Raine dalam sebuah pernyataan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan