Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Tips Sukses Hadapi Coffee Interview (Bagian 2)

Dok/RawPixelDok/RawPixel

Topcareer.Id – Coffee Interview, atau pertemuan informal sambil minum kopi belakangan telah menggantikan wawancara putaran pertama dalam hal pencarian kerja. Cara ini biasanya dilakukan oleh para perekrut, terutama saat membicarakan peluang kerja, ketimbang wawancara untuk posisi tertentu.

Lalu, bagaimana cara untuk menangani jenis wawancara ini? Mengutip The Balance Careers, berikut beberapa hal yang bisa kamu coba.

Tips Menangani Coffee Interview

Meskipun “hanya” secangkir kopi, Coffee interview bisa menjadi batu loncatan untuk pekerjaan baru. Jadi penting bagi kamu untuk meluangkan waktu untuk mempersiapkannya.

Paling tidak, ini adalah kesempatan untuk bertemu seseorang di industri kamu, yang selalu membantu dari perspektif jaringan.

Inilah yang perlu diingat saat kamu mempersiapkan diri untuk coffee interview, sehingga kamu dapat yakin untuk mendapatkan hasil maksimal dari pengalaman tersebut.

Bagian akhir dari artikel. Baca artikel sebelumnya di sini.

Fokus pada Wawancara dan Pewawancara
Salah satu gangguan dari Coffee Interview adalah pelanggan lain yang berisik, musik latar, hingga pelayan yang datang dan pergi. Jadi, cobalah sebaik mungkin untuk fokus pada pewawancara.

Bahkan, jika kamu memesan makanan ringan untuk menemani kopi atau teh kamu, jangan pikirkan makanannya. Pikirkan tentang apa yang perlu kamu katakan untuk membuat kesan yang baik.

Oh ya, dering ponsel atau pesan teks juga akan mengalihkan perhatian kamu dan juga pewawancara, jadi pastikan untuk mematikan ponsel kamu, atau simpan di tas dalam keadaan silent, sebelum kamu duduk untuk wawancara.

Baca juga: Pentingnya Peran Semua Pihak untuk Atasi Masalah Ketenagakerjaan

Siapkan Pertanyaan untuk Ditanyakan
Wawancara yang kurang formal dan pertemuan kopi memungkinkan kandidat memiliki kesempatan untuk mengajukan banyak pertanyaan tentang lowongan pekerjaan potensial, informasi tentang perusahaan, dan bahkan nasihat karier.

Mempelajari jenis-jenis posisi dan karyawan perusahaan, akan memberi kamu keuntungan dalam memahami bagaimana kamu bisa menjadi aset unik bagi pekerjaan mereka. Ini juga akan memberi kamu gambaran yang lebih baik, tentang apakah kamu akan senang bekerja di organisasi itu atau tidak.

Bertukar informasi kontak
Di akhir pertemuan, bertukar informasi kontak adalah cara yang bagus untuk memperluas jaringan, sekaligus untuk berterima kasih kepada perekrut karena telah meluangkan waktu untuk berbicara dengan kamu. Ini akan membuat kamu terlihat sopan dan baik dalam pikiran pewawancara.

Bahkan, jika kamu tidak tertarik dengan posisi di perusahaan ini, sebaiknya kirimkan email atau catatan terima kasih cepat dan terhubung di outlet media sosial seperti LinkedIn.

Karena meskipun tidak tertarik dengan perusahaan tersebut, memiliki koneksi baru dapat membawa kamu ke peluang lain yang mungkin persis seperti yang kamu cari.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan