Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Ratu Elizabeth II Meninggal, Ini Reaksi Para Pemimpin Dunia

Ratu Elizabeth. Dok/GettyImagesDok/GettyImages

Topcareer.id – Kabar mengejutkan datang dari Inggris dengan kabar duka tentang meninggalnya Ratu Eliabeth II pada usia 96 tahun.

Tak hanya Inggris yang terkejut dan merasa kehilangan, beberapa pemimpin bangsa di dunia pun merasa kehilangan dan berbela sungkawa.

“Kematian Yang Mulia Ratu adalah kejutan besar bagi bangsa dan dunia,” kata Perdana Menteri Liz Truss di luar kantornya di Downing Street.

“Ratu Elizabeth II telah memberi kami stabilitas dan kekuatan yang kami butuhkan. Dia adalah semangat Inggris Raya – dan semangat itu akan bertahan,” kata Truss.

Ungkapan belasungkawa pun mengalir dari beberapa pemimpin negara di seluruh dunia.

“Warisannya akan tampak besar di halaman sejarah Inggris, dan dalam kisah dunia kita,” kata Presiden AS Joe Biden dalam sebuah pernyataan.

Joe Biden juga memerintahkan pengibaran bendera di Gedung Putih setengah tiang.

Di Paris, walikota mengumumkan lampu Menara Eiffel akan dimatikan untuk menghormati kematiannya.

Sementara itu di Brazil, patung Kristus Sang Penebus (Christ The Redeemer) diterangi dengan warna-warna Union Jack dan pemerintah mengumumkan tiga hari berkabung.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan pun turut terdiam berbela sungkawa.

Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang hubungan negaranya dengan Inggris meregang akibat perang di Ukraina, menyampaikan belasungkawanya yang mendalam, Putin menyebutnya sebagai “kehilangan yang tidak dapat tergantikan”.

Saat kematiannya, Elizabeth tidak hanya menjadi kepala negara Inggris Raya tetapi juga Australia, Bahama, Belize, Kanada, Grenada, Jamaika, New Zealand, Papua Nugini, Saint Lucia, Saint Kitts dan Nevis, Tuvalu, Solomon Islands, Saint Vincent and Grenadines, serta Antigua dan Barbuda.

Ratu Elizabeth II, yang juga merupakan kepala negara tertua dan terlama di dunia, naik takhta setelah kematian ayahnya Raja George VI pada 6 Februari 1952, ketika dia baru berusia 25 tahun.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Meninggal Pada Usia 96, Inggris Berduka

Bekerja Untuk Melayani
“Saya dengan tulus berjanji untuk melayani Anda, karena begitu banyak dari Anda berjanji untuk melayani saya. Sepanjang hidup saya dan dengan sepenuh hati saya akan berusaha untuk menjadi layak atas kepercayaan Anda,” kata Ratu Elizabeth II dalam pidato kepada rakyatnya saat penobatannya tahun 1952 silam.

Meskipun konon tingginya hanya 160 cm, Ratu Elizebeth II mampu memimpin Inggris dengan sangat baik.

Elizabeth menjadi raja pada saat Inggris masih mempertahankan sebagian besar kebijakan kerajaan lamanya.

Dalam dekade berikutnya, Elizabeth menyaksikan perubahan politik besar-besaran dan pergolakan sosial di dalam dan luar negeri.

Elizabeth sempat terpukul dari kesengsaraan yang dialami keluarganya, terutama saat perceraian Charles dan mendiang istri pertamanya Diana, dipertontonkan di depan umum.

Namun, Elizabeth tetap tegar dan menjadi simbol stabilitas serta kesinambungan yang bertahan lama bagi warga Inggris pada saat ekonomi nasional relatif menurun.

Elizabeth juga dengan cerdas mencoba menyesuaikan institusi monarki kuno dengan tuntutan era modern.

“Dia telah berhasil memodernisasi Inggris dan mengembangkan monarki tidak seperti yang lain,” kata cucunya Pangeran William, dalam sebuah film dokumenter 2012.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan