Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Februari 4, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

Tak Ada BPJS, Ini Gambaran Seramnya Utang Medis di Amerika Serikat

Ilustrasi. Dok/Health AffairsIlustrasi. Dok/Health Affairs

Topcareer.id – Sebut saja namanya Mawar. Beberapa minggu setelah sempat rawat inap di rumah sakit, sebuah tagihan datang ke rumahnya dengan angka yang mengejutkan. Ia pun panik karena tidak tahu bagaimana cara untuk membayarnya.

Kabar buruknya, apa yang terjadi dengan Mawar, hanyalah satu dari sekian banyak kasus terkait utang medis, yang ada di Amerika Serikat.

Sebuah studi terbaru menyebutkan, satu dari sepuluh orang dewasa, dan hampir satu dari lima rumah tangga di AS, memiliki utang medis.

Memiliki utang medis meningkatkan lebih dari dua kali lipat kemungkinan terkait ketidakmampuan membeli makanan, membayar sewa, hipotek atau utilitas, hingga kehilangan rumah.

“Utang medis sangat umum dan beracun,” kata penulis studi Dr. Steffie Woolhandler. Dia adalah seorang dokter perawatan primer dan profesor terkemuka di Hunter College di New York City.

“Ini adalah lingkaran setan,” tambah pria yang juga menjabat sebagai dosen kedokteran di Harvard Medical School di Boston dan rekan peneliti untuk Public Citizen’s Health Research Group, sebuah organisasi advokasi konsumen nirlaba.

“Orang-orang jatuh sakit dan mereka berutang medis. Ini menyebabkan kerawanan pangan dan ketidakamanan dalam hal tempat tinggal, yang membuat mereka semakin sakit, sehingga mereka membutuhkan lebih banyak perawatan medis dan menanggung lebih banyak utang medis,” katanya.

Untuk penelitian ini, para peneliti mengumpulkan data dari Survei Pendapatan dan Partisipasi Program Biro Sensus AS 2018, 2019 dan 2020 untuk sekelompok orang yang telah berpartisipasi selama tiga tahun. Mereka menggunakan data ini untuk mengisolasi efek utang medis.

Studi menunjukkan, jumlah rata-rata utang medis adalah sekitar $2.000 (sekitar Rp 29,9 juta) untuk orang dewasa, dan sekitar $4.600 (sekitar Rp 68,8 juta) per rumah tangga AS.

Mengutip UPI News, temuan ini dipublikasikan secara online baru-baru ini di JAMA Network Open.

Baca juga: Di tengah Pandemi, BPJS Kesehatan terus Berinovasi ke Layanan Digital

Keberadaan utang medis di masyarakat AS

Utang medis adalah umum, bahkan di antara orang-orang dengan asuransi.

“Ada laporan lain tentang utang medis, tetapi ini adalah pertama kalinya kami benar-benar dapat menghubungkannya dengan konsekuensi seperti tidak bisa makan dan kehilangan tempat tinggal,” kata Woolhandler.

Orang Amerika kelas menengah sama mungkinnya dengan orang-orang dengan pendapatan rendah untuk memiliki utang medis.

Orang-orang dengan asuransi kesehatan militer memiliki tingkat utang medis terendah hanya di bawah 7%, studi tersebut menemukan.

Sementara orang-orang dengan risiko tertinggi untuk utang medis baru, adalah mereka yang baru saja menjadi cacat, dirawat di rumah sakit, atau kehilangan asuransi kesehatan mereka.

“Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika akan mendukung sistem di mana pemerintah membayar semua tagihan medis,” kata Woolhandler.

Terkait hal ini, lahirnya sebuah Undang-Undang dikabarkan telah membantu membuat kecemasan ini berangsur sedikit lebih baik.

RUU ini mulai berlaku pada bulan Januari dan melindungi orang-orang dengan asuransi, dari tagihan medis yang tak terduga, akibat perawatan medis yang tidak bisa dicover asuransi.

Namun, bagi yang tidak memiliki asuransi, perjuangan masih harus dihadapi.

Bagaimana cara menghadapi utang medis di AS?

Woolhandler menyebutkan, ada beberapa hal yang bisa orang-orang AS lakukan untuk menurunkan risiko dari utang medis yang melumpuhkan, yakni dengan bernegosiasi.

“Jika kamu pergi ke rumah sakit dan mendapatkan tagihan yang tidak dapat kamu bayar, cobalah untuk bernegosiasi,” katanya.

“Akan lebih baik untuk berbicara dengan rumah sakit daripada agen penagihan. Apalagi, banyak rumah sakit memiliki program bantuan keuangan,” katanya.

Woolhandler juga mengingatkan untuk memeriksa tagihan medis apa pun yang datang, dan memastikannya akurat.

Perjuangan membebaskan diri dari utang medis

Allison Sesso adalah presiden dan CEO RIP Medical Debt, sebuah organisasi nirlaba nasional berbasis di Long Island City, N.Y. yang berupaya membantu orang keluar dari utang medis.

Allison percaya, jika utang medis sebenarnya memiliki fungsi yang baik.

“Kami sadar jika utang medis akan mencegah pasien ditolak perawatannya,” kata Sesso, yang tidak memiliki hubungan dengan studi baru tersebut.

Namun, hal ini memiliki dampak dalam hal keuangan si pasien kedepannya. Itu mengapa, Sesso berharap agar semua orang dapat memiliki akses ke paket asuransi kesehatan yang terjangkau, memiliki cakupan yang luas dan kuat.

“Ini adalah cara terbaik untuk menutup kesenjangan asuransi kesehatan,” kata Sesso.

Ekspansi hal tersebut – yang akan mencakup lebih banyak orang Amerika berpenghasilan rendah – di negara bagian yang tidak memiliki hak, adalah cara langsung untuk membantu jutaan orang menghindari utang medis, tambahnya.

Sesso juga mengharapkan bantuan keuangan dimudahkan aksesnya, termasuk ketika seseorang mengunjungi dokter atau pergi ke rumah sakit.

“Kami ingin melihat larangan praktik penagihan yang luar biasa, seperti tuntutan hukum, pemotongan upah, dan hak gadai atas rumah bagi individu yang tidak dapat membayar utang medis,” kata Sesso.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan