Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ingin Punya Imun Kuat? Coba Perbaiki Jadwal Tidurmu!

Sumber foto: shutterstock.comSumber foto: shutterstock.com

Topcareer.Id – Apakah kamu sering sakit, hingga kerap tak masuk kerja? Jika iya, mungkin ada baiknya untuk mengecek waktu tidurmu selama beberapa minggu terakhir, karena sebuah penelitian terbaru menunjukkan jika tidur yang cukup memiliki kaitan besar dengan kesehatan.

Studi tersebut menemukan bahwa tidur yang baik, membantu mengatur komponen kunci dari sistem kekebalan tubuh.

Secara khusus, itu mempengaruhi lingkungan di mana sel darah putih yang dikenal sebagai monosit terbentuk, berkembang, dan bersiap untuk mendukung fungsi kekebalan. Proses ini disebut hematopoiesis.

“Apa yang kami pelajari adalah bahwa tidur memodulasi produksi sel yang merupakan protagonis – aktor utama – peradangan,” kata penulis studi senior Filip Swirski, direktur Institut Penelitian Kardiovaskular di Icahn School of Medicine, Mount Sinai, New York.

“Kualitas tidur yang baik mengurangi beban peradangan itu.” Tambahnya, mengutip dari HealthDay.

Baca juga: Kurang Tidur Bikin Kita Cepat Tua, Ini Sebabnya

Cara kerja studi

Para peneliti mempelajari dampak tidur dalam uji klinis terhadap 14 orang dewasa. Setiap peserta ditugaskan untuk tidur 7,5 jam setiap malam selama enam minggu atau tidur sekitar enam jam setiap malam.

Kemudian, mereka memiliki enam minggu periode “pembersihan” di mana mereka mendapatkan jumlah tidur normal mereka, sebelum ditugaskan ke jadwal yang berlawanan selama enam minggu lagi.

Hasilnya, ketika orang dewasa tidak cukup tidur, mereka memiliki tingkat sirkulasi monosit yang lebih tinggi di sore hari, dan jumlah sel induk kekebalan yang lebih tinggi dalam darah, sebagai bukti aktivasi kekebalan.

“Sel induk telah dicetak, atau diubah secara genetik, di bawah pengaruh pembatasan tidur,” kata Swirski. “Perubahan itu tidak permanen, tetapi mereka terus mereplikasi diri pada tingkat yang lebih tinggi selama berminggu-minggu.”

Produksi sel kekebalan yang lebih tinggi ini dapat mempercepat perkembangan kondisi terkait usia yang dikenal sebagai hematopoiesis klonal, yang pada gilirannya terkait dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Berapa lama tidur yang dibutuhkan per harinya?

“Tidur berdampak pada fungsi optimal hampir setiap sel dan organ dalam tubuh,” kata Marishka Brown, direktur National Center on Sleep Disorders Research di NIH.

“Wawasan mekanistik dari penelitian ini mendukung temuan dari studi populasi yang lebih besar, yang telah menunjukkan bahwa tidur dapat memiliki efek perlindungan terhadap berbagai kondisi, termasuk penyakit jantung, kanker, dan demensia.”

Membangun pola tidur yang nyenyak di awal kehidupan adalah penting, kata penulis penelitian dalam rilis berita institut. Melakukannya dapat mengurangi keparahan kondisi peradangan, seperti sepsis.

Tidur malam yang cukup bagi kebanyakan orang dewasa adalah 7-8 jam tidur tanpa gangguan setiap malam. Orang dewasa yang lebih tua membutuhkan sekitar 7-9 jam. Anak-anak berusia 11 hingga 17 tahun harus mendapatkan sekitar 8-10 jam setiap malam.

Studi ini di Journal of Experimental Medicine, dan didanai oleh Institut Kesehatan Nasional AS (NIH).

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan