Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Batas Konsumsi Gula Harian Anak-anak dan Dewasa?

gulapixabay

Topcareer.id – Baru-baru ini ramai di media sosial Twitter perihal seberapa banyak batasan untuk mengonsumsi gula per hari setelah ada minuman kekinian yang terlalu manis.

Mengonsumsi gula terlalu banyak, berbahaya bagi kesehatan tubuh dan mental, sebab bisa mempengaruhi keseimbangan kerja otak.

Apa yang terjadi jika mengonsumsi terlalu banyak gula?
Mengonsumsi terlalu banyak gula secara teratur berarti kamu makan terlalu banyak kalori, dan saat tidak bisa menggunakan kalori tersebut sebagai bahan bakar, tubuh akan menyimpannya sebagai lemak.

Hal ini jelas bisa menyebabkan kenaikan berat badan, dan jika ini terjadi pada anak-anak, kemungkinan di masa remaja dan dewasanya berpotensi menjadi kelebihan berat badan atau obesitas.

Berapa banyak gula yang sebaiknya dikonsumsi?
Direkomendasikan bahwa gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman dan gula yang ditemukan secara alami dalam madu, sirup, serta jus buah dan sayuran tanpa pemanis tidak boleh lebih dari 5% dari energi (kalori) yang kamu dapatkan setiap hari.

  • Orang dewasa tidak boleh mengonsumsi lebih dari 30g yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman.
  • Anak-anak berusia 7 hingga 10 tahun tidak boleh mengonsumsi lebih dari 24 gram gula.
  • Anak-anak berusia 4 hingga 6 tahun tidak boleh mengonsumsi lebih dari 19 gram gula per hari.

Baca juga: Madu dan Sirup Maple, Apa Benar Lebih Sehat dari Gula?

Tidak ada batasan pedoman untuk anak-anak di bawah usia 4 tahun, tetapi mereka disarankan untuk menghindari minuman manis dan makanan dengan tambahan gula.

Lihat label nutrisi dan gula
Lihat informasi pada label nutrisi dan daftar bahan untuk membantu mengurangi asupan gula.

Selalu perhatikan informasi label gizi, sebab mungkin saja ditampilkan dengan cara yang berbeda, termasuk di bagian depan dan belakang kemasan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan