Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Ingin Tetap Produktif Saat Burnout? Begini Caranya! (Bagian 2)

burnout-signs-and-survival-guideIlustrasi. (dok. Thrive Global)

Topcareer.Id – Jika kita merasa berat saat akan pergi ke tempat kerja, atau mengalami guncangan emosi ketika menyentuh pekerjaan harian kita, bisa jadi kita sedang mengalami kelelahan atau burnout.

Ini adalah fenomena yang sering terjadi ketika kita tidak lagi memiliki kekuatan mental atau fisik untuk melakukan pekerjaan kita saat ini.

Atau… bisa juga kita merasa sedang sangat kewalahan, sehingga kita merasa seperti tenggelam begitu duduk di meja kita.

Kalau sudah begini, solusi pertama yang terlintas di pikiran kita mungkin adalah dengan meninggalkan semua kekacauan ini.

Namun, jika kita masih membutuhkan pekerjaan itu, maka solusi terbaiknya, hanyalah mengatasi kelelahan tersebut, dan kembali menjadi pekerja yang produktif.

Mengutip dari Facile things, berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya.

Bagian akhir dari artikel.

Mendelegasikan beberapa tugas

Ini mungkin tidak baik jika dilakukan terus menerus. Tetapi, saat merasa benar-benar tidak sanggup dengan pekerjaan yang begitu menumpuk, mendelegasikan beberapa tugas mungkin akan sedikit meredakan beban di dada kita.

Setelah terasa agak ringan, cobalah selesaikan sisa pekerjaan yang kita miliki, lalu siapkan sebuah strategi, agar di kemudian hari kita bisa lebih siap dalam menerima tugas-tugas baru, dan tidak terjebak lagi dalam burnout yang menyesakkan.

Baca juga: Ini Tanda Gejala Fisik Kamu Alami Burnout, Waspadalah!

Pertahankan Keseimbangan Kerja/Hidup

Terkadang, burnout bisa disebabkan oleh diri kita sendiri. Sebagai contoh, kita terbiasa untuk menerima semua tugas yang datang kepada kita, tanpa mengecek dulu berapa banyak tugas yang menumpuk untuk kita kerjakan.

Kita juga kadang nekad membawa pulang beberapa pekerjaan ke rumah, dengan harapan tugas-tugas itu bisa lekas selesai.

Seiring waktu, hal-hal ini akan mengakibatkan kelelahan. Pekerjaan yang nampak tiada akhir, ternyata adalah buah dari semangat kita yang terlalu berlebih, tanpa ada strategi yang mengiringinya.

Kalah sudah begitu, solusinya adalah menyetel ulang keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi yang baik.

Ketika mengakhiri jam kerja, pergilah nikmati waktu pribadimu, tanpa terganggu oleh pekerjaan.

Ada alasan mengapa kita disarankan bekerja maksimal 40 jam per minggu. Itu adalah batas yang bisa kita capai, sehingga tetap memiliki kesempatan di akhir minggu untuk menyegarkan diri.

Manfaatkan juga jam istirahat dan makan siang kita setiap hari, untuk menghilangkan stres yang terasa.

Ingat, semakin kita memiliki keseimbangan waktu kerja yang baik, maka akan semakin mudah bagi kita untuk terhindari dari burnout.

Terus Motivasi Diri

Jika kita terus mengalami perasaan cemas dan kelelahan, kita mungkin perlu mengandalkan motivasi diri untuk membantu menjalani hari.

Misalnya, karena kita bekerja sangat keras selama seminggu, makan malam yang menyenangkan, atau akhir pekan di pantai mungkin bisa jadi hadiah yang menenangkan.

Jika beberapa rekan kerja di kantor juga mengalami kelelahan, kita juga dapat mengatur hadiah kelompok, seperti makan malam di restoran menjelang libur, atau mengadakan malam karaoke bersama mereka.

Yang pasti, kesulitan dan kelelahan akan selalu muncul. Namun jangan khawatir, karena kita pasti selalu punya banyak cara untuk mengatasinya.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan