Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Budaya Meeting Bikin Boros Budget Miliaran

business-meeting-5395567_640.jpg

Topcareer.id – Banyak karyawan di AS merasa seperti menghabiskan sebagian besar hidupnya terjebak dalam meeting bisnis.

Rata-rata mereka meeting urusan kantor dalam seminggu menghabiskan sepertiga dari total jam kerja mereka duduk diam via zoom atau di ruang rapat kantor.

Menurut sebuah studi baru oleh perusahaan transkripsi Otter.ai dalam kemitraan dengan profesor Rektor Universitas North Carolina Dr. Steven Rogelberg, “Itu tidak hanya berlebihan, tapi itu juga sangat mahal.”

Laporan tersebut mensurvei 632 karyawan di lebih dari 20 industri yang berbeda di AS dan menemukan bahwa perusahaan membayar rata-rata $25K atau sekitar Rp380 juta per karyawan profesional untuk menghadiri meeting yang sebetulnya tidak perlu setiap tahun.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa semakin tinggi gaji karyawan, semakin banyak waktu yang mereka habiskan untuk meeting yang menghabiskan uang perusahaan mereka.

Misalnya, seorang manajer bisa menghabiskan $160.000 per tahun atau sekitar Rp2,4 miliar hanya untuk melakukan meeting berkali-kali yang seharusnya tidak perlu.

Dr. Rogelberg mengatakan norma atau budaya meeting telah merusak dan perlu dikaji ulang.

“Ketika karyawan berada dalam rapat yang tidak perlu mereka hadiri, mereka sering duduk di sana tanpa aktivitas atau melakukan banyak tugas,” kata Dr. Rogelberg.

Ia telah meneliti tentang ‘meeting’ di berbagai perusahaan termasuk Google, Facebook, dan kantor pusat PBB.

“Ini tidak hanya berdampak pada kualitas pertemuan, tetapi juga membuang produktivitas dan waktu karyawan yang penting.” Tambahnya.

Baca juga: 6 Cara Tampil Memukau Saat Meeting Zoom

Sedikit Meeting Buat Karyawan Lebih Bahagia
Sementara dalam penelitian sebanyak 83% karyawan menerima undangan rapat, ternyata 31% dari mereka diam-diam ingin menolak rapat atau meeting tersebut.

Hanya ada 14% karyawan dalam survey yang berani menolak. Akibatnya, banyak dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka merasa sangat “frustrasi” dan “kesal” selama rapat.

Sebanyak 70% melaporkan mereka melakukan multi-tasking atau kabur diam-diam, sementara 45% lainnya mematikan video atau audio.

Sebagian besar karyawan (86%) mengatakan bahwa mereka bisa menyelesaikan lebih pekerjaan banyak ketika mereka memiliki blok waktu yang lama dan tidak terganggu meeting.

Bagi mereka, lebih sedikit rapat atau meeting berarti lebih banyak kepuasan kerja.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan