Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Biji-bijian Olahan vs Utuh, Sehat Mana?

images (1)

Topcareer.Id – Mengonsumsi biji-bijian yang sudah diolah, seperti roti putih misalnya, diklaim mirip dengan mengonsumsi makanan yang penuh gula dan minyak. Ini terkait dengan risiko penyakit arteri koroner prematur yang lebih tinggi, kata sebuah studi baru.

Sebaliknya, makan biji-bijian utuh, seperti roti gandum, gandum utuh atau quinoa, dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit arteri koroner prematur, menurut penelitian.

Rilis berita tentang penelitian ini dikeluarkan dalam presentasi di American College of Cardiology Timur Tengah 2022 Bersama dengan Kongres Masyarakat Jantung Emirates ke-13, yang berlangsung Jumat hingga Minggu kemarin di Dubai, Uni Emirat Arab.

Menurut penelitian tersebut, yang dimaksud biji-bijian utuh adalah yang masih alami. Sementara biji-bijian olahan, adalah biji-bijian yang sudan digiling menjadi tepung atau dibuah menjadi makanan, untuk meningkatkan umur simpan.

Kelompok kardiologi menggarisbawahi bahwa biji-bijian olahan kehilangan nutrisi penting dalam prosesnya.

Terkait hal ini, Pedoman ACC/American Heart Association 2019 tentang Pencegahan Primer Penyakit Kardiovaskular, merekomendasikan diet yang menekankan makan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian dan ikan untuk mengurangi faktor risiko penyakit jantung.

“Diet yang mencakup konsumsi biji-bijian yang tidak sehat dan olahan dalam jumlah tinggi, dapat dianggap mirip dengan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula dan minyak yang tidak sehat,” kata Dr. Mohammad Amin Khajavi Gaskarei, penulis utama studi tersebut, dalam rilisnya.

Orang mungkin mengonsumsi lebih banyak biji-bijian olahan daripada biji-bijian utuh, karena faktor-faktor seperti ekonomi dan pendapatan, pekerjaan, pendidikan, budaya, dan usia, tambah Gaskarei, dari Pusat Penelitian Kardiovaskular Isfahan dan Institut Penelitian Kardiovaskular di Universitas Ilmu Kedokteran Isfahan di Isfahan, Iran.

Merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan diabetes, merupakan faktor risiko penyakit arteri koroner prematur, yang sering dimulai tanpa gejala, tetapi dapat menyebabkan nyeri dada dan/atau serangan jantung akibat penyempitan atau pecahnya plak pada dinding arteri, kata rilis tersebut.

Baca juga: Makan di Malam Hari Justru Tingkatkan Rasa Lapar

Penelitian menyebutkan, asupan biji-bijian olahan yang lebih tinggi, dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, sementara asupan biji-bijian berbanding terbalik dengan penurunan risiko penyakit jantung.

“Karena lebih banyak penelitian menunjukkan peningkatan konsumsi biji-bijian olahan secara global, serta dampaknya terhadap kesehatan secara keseluruhan, penting bagi kita untuk menemukan cara untuk mendorong dan mendidik masyarakat tentang manfaat konsumsi biji-bijian utuh,” kata Khajavi Gaskarei.

“Strateginya harus mencakup pengajaran terkait pilihan diet yang lebih baik di sekolah dan tempat umum lainnya, serta meminta dokter untuk mendiskusikan manfaat biji-bijian dengan pasien mereka.”

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan