Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
LifestyleTren

Apa Iya Makan Kacang Bikin Jerawatan? Dosen UM Surabaya: Mitos

pexels-ron-lach-9246304Ilustrasi wajah jerawat

Topcareer.id – Beberapa orang atau banyak di antara kita yang khawatir jika konsumsi kacang bisa menyebabkan jerawatan. Ada yang mempercayai klaim ini tapi ada juga yang tidak. Jadi, seperti apa faktanya? Apa iya makan kacang bisa biki jerawatan?

Ada beberapa alasan yang diduga sebagai klaim makan kacang membuat wajah jerawatan. Salah satunya, adalah aktivitas sistem pencernaan setelah mengonsumsi makanan ini. Kacang mengandung lemak dan protein yang tinggi sehingga dibutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk mencernanya.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UM Surabaya, Neny Triastuti menjelaskan bahwa makan kacang membuat wajah berjerawat sebenarnya hanya mitos belaka.

Lebih lanjut Neny mengatakan, lambatnya proses cerna yang dilakukan menyebabkan sel kekebalan tubuh (imun) seseorang menjadi aktif sehingga memproduksi antibodi untuk mengatasi masalah ini.

Antibodi tersebut, lanjut Neny, dapat mengiritasi kelenjar sebaceous atau kelenjar minyak sehingga meningkatkan produksi sebum atau minyak alami secara berlebih.

“Produksi sebum yang berlebihan dapat menyumbat pori-pori sehingga berisiko menyebabkan tumbuhnya jerawat,” kata Neny dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Jumat (7/10/2022).

Baca juga: Ngerasa Kecanduan Smartphone? Lakukan 5 Hal Gampang Ini Buat Berhenti

Ia menjelaskan kacang membuat jerawat sebenarnya tidak benar. Produksi minyak berlebih berisiko tinggi menimbulkan jerawat. Makan kacang membuat jerawat disinyalir juga bisa terjadi karena kandungan kadar asam lemak esensial omega-6 yang tinggi di dalamnya.

“Tubuh umumnya membutuhkan asupan asam lemak esensial omega-3 dan omega-6 yang ideal dengan rasio perbandingan 1:3,” ujar Neny.

Neny memaparkan sebuah hasil studi yang dimuat dalam jurnal Biomedicine & Pharmacotherapy mengungkapkan bahwa kacang yang biasa dikonsumsi biasanya memiliki perbandingan omega-3 dan omega-6 yang kurang ideal, yakni 1:17.

Hal tersebut, kata dia, menjadi masalah karena asam lemak omega-6 adalah jenis nutrisi yang dapat meningkatkan risiko peradangan dalam tubuh, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak.

Sementara, beberapa hasil studi membuktikan bahwa asam lemak omega 3 merupakan sumber nutrisi anti peradangan. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, asam lemak omega-3 justru dapat mencegah pembentukan jerawat.

“Ketidakseimbangan antara asam lemak omega 6 dan omega 3 itulah yang menyebabkan tubuh mengalami inflamasi atau peradangan sehingga berisiko memperburuk kondisi kulit yang berjerawat,”katanya lagi.

Meski kaitan makanan asam lemak omega 6 dan risiko jerawat tampak menjanjikan, perlu diketahui bahwa belum ada hasil studi yang dapat membuktikan anggapan makan kacang membuat jerawat secara ilmiah.

Tinggalkan Balasan