Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Februari 5, 2023
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Bisakah Sains Sembuhkan Patah Hati?

Topcareer.id – Patah hati mengakibatkan aktivasi daerah otak yang berhubungan dengan keinginan, obsesi dan rasa sakit, dan berbagai gejala termasuk mual, insomnia dan depresi.

Dalam beberapa kasus bahkan dapat menyebabkan ‘sindrom patah hati’, gejalanya mirip dengan serangan jantung yang bisa mengakibatkan kematian.

Sindrom tersebut dikenal sebagai sindrom Takotsubo, biasanya terjadi akibat dari stres berat yang menyebabkan ventrikel kiri jantung melemah.

Daerah otak yang terlibat dalam pemrosesan fungsi jantung dan sistem saraf otonom telah terlibat dalam sindrom patah hati.

Sementara sekitar 95% orang bisa pulih secara alami dari sindrom patah hati, para ilmuwan bisa membantu menuju pemulihan melalui sains dan teknologi obat-obatan yang ada.

Baca juga: Tips Fokus Kerja saat Patah Hati

Dalam satu contoh, pada tahun 2019, sebuah tim di Universitas Teknik Madrid (Spanyol) menunjukkan bahwa pemberian obat penenang propofol segera setelah mengingat sebuah cerita, bisa menyebabkan ingatan itu menjadi kurang jelas 24 jam kemudian.

Studi lain menunjukkan bahwa mengonsumsi beta blocker propranolol 1 jam sebelum sesi mengingat kenangan juga dapat mengurangi rasa sakit emosional yang terkait dengan memori.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan