Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Februari 4, 2023
redaksi@topcareer.id
Profesional

Kekayaan Mark Zuckerberg Jeblok Hingga 61%

Sumber foto: freepikSumber foto: freepik

Topcareer.id – Pendiri Facebook Mark Zuckerberg turun peringkat dari orang terkaya ketiga di dunia jadi orang terkaya ke-23 sekarang, setelah kehilangan sebagian besar kekayaannya karena merosotnya saham Meta.

Mark Zuckerberg semakin miskin dari hari ke hari — menurut standar miliardernya.

Kekayaan CEO Meta tersebut semakin menyempit tahun ini akibat saham perusahaan terjun bebas.

Zuckerberg telah kehilangan $76,6 miliar atau sekitar 61 persen dari total kekayaannya sejak awal tahun 2022, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Ia sekarang menjadi orang terkaya ke-23 di dunia dengan kekayaan bersih $48,9 miliar, turun jauh dari puncaknya senilai $102 miliar pada Agustus 2020.

Ini adalah penurunan kuartalan kedua berturut-turut perusahaan Meta pada bottomline.

Induk Facebook ini juga mengalami penurunan pendapatan sebesar 4 persen menjadi $27,7 miliar pada kuartal September 2022.

Untuk kuartal yang kini sedang berjalan (Q4 2022), perkiraan pendapatannya hanya mencapai $30-$32,5 miliar, lebih rendah dari tahun 2021.

“Kami masih tertinggal, tetapi kami percaya bahwa kami akan kembali ke tren pertumbuhan pendapatan yang lebih sehat tahun depan.” Kata Zuckerberg, Rabu (26/10).

“Sementara kami terus menavigasi beberapa dinamika yang menantang seperti ekonomi makro yang bergejolak, persaingan yang meningkat, kehilangan sinyal iklan, dan biaya yang meningkat dari investasi jangka panjang, saya harus mengatakan bahwa tren produk kami terlihat lebih baik dari apa yang saya lihat.” Tambahnya.

Bos Facebook berusia 38 tahun itu telah dikritik oleh investor dan pemegang saham karena taruhannya yang ambisius namun tidak jelas pada Metaverse yang telah membuat belanja modal Meta melonjak drastis.

Baca juga: Pamerkan Perkembangan Metaverse, Mark Zuckerberg Malah Diolok-olok Netizen

“Meta telah berlebihan, terlalu banyak orang, terlalu banyak ide, namun terlalu sedikit urgensi. Kurangnya fokus ini dikaburkan ketika pertumbuhan lancar tetapi mematikan ketika pertumbuhan melambat serta teknologi berubah,” tulis Brad Gerstner, CEO Altimeter Capital (pemegang saham Meta) dalam sebuah surat kepada Zuckerberg.

Sejauh ini Zuckerberg telah menghabiskan $ 10 miliar untuk “visi masa depan Metaverse.”

CEO Meta ini membela visi Metaverse-nya dengan mengatakan, “Saya mengerti bahwa banyak orang mungkin tidak setuju dengan investasi ini. Tapi dari apa yang bisa saya katakan, saya pikir ini akan menjadi hal yang sangat penting, dan saya pikir akan menjadi kesalahan bagi kita untuk tidak fokus pada salah satu area ini.” Jelas Zuckerberg.

“Menurut saya proyek metaverse akan menjadi penting secara fundamental bagi dunia dan masa depan. Jadi, kami akan mencoba melakukan ini dengan cara yang bertanggung jawab dan sesuai dengan pertumbuhan bisnis lainnya dari waktu ke waktu.” Tuturnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan