Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Februari 3, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

Kabar PHK: Spotify Pangkas 6% Staf, Google PHK 12 Ribu Karyawan

spotify-officeKantor Spotify. (dok. newsroom.spotify)

Topcareer.id – Pada Senin (23/1/2023), Spotify mengumumkan bahwa mereka memangkas atau mem-PHK 6 persen tenaga kerja globalnya karena perusahaan streaming music ini bersaing dengan ekonomi yang suram sehingga membuat kosumen dan pengiklan membatasi pengeluaran mereka.

Spotify memiliki total tenaga kerja sekitar 9.800 orang, yang berarti pengurangan tersebut berdampak pada sekitar 600 karyawan. Menurut profil LinkedIn-nya, perusahaan mempekerjakan 5.400 orang di Amerika Serikat dan 1.900 di Swedia.

Spotify, yang berbasis di Swedia, tetapi terdaftar di New York Stock Exchange, mengirimkan memo internal kepada staf pada hari Senin untuk mengumumkan PHK tersebut.

“Seperti banyak pemimpin lainnya, saya berharap untuk mempertahankan angin kencang dari pandemi dan percaya bahwa bisnis global kami yang luas dan risiko yang lebih rendah terhadap dampak pelambatan iklan akan melindungi kami,” kata Daniel Ek, CEO Spotify dikutip dari laman CNBC.

“Kalau dipikir-pikir, saya terlalu ambisius dalam berinvestasi sebelum pertumbuhan pendapatan kami. Dan untuk alasan ini, hari ini, kami mengurangi basis karyawan kami sekitar 6% di seluruh perusahaan.”

Ia menambahkan, karyawan yang diberhentikan akan menerima rata-rata lima bulan pesangon dan jaminan perawatan kesehatan lanjutan. Dukungan keimigrasian juga akan tersedia bagi pekerja yang status keimigrasiannya terkait dengan pekerjaan mereka.

Baca juga: Google Tunda Sebagian Bonus Karyawan

Perusahaan memperingatkan dalam pengajuan Komisi Sekuritas dan Pertukaran bahwa pembayaran redundansi akan menghasilkan sekitar €35 juta (USD38 juta) hingga €45 juta biaya terkait pesangon.

Google

Sementara pada Jumat (20/1/2023), perusahaan teknologi raksasa, Google memberhentikan 12.000 karyawan, atau sekitar 6,4% dari tenaga kerja globalnya, seperti diumumkan Sundar Pichai, CEO perusahaan induk Alphabet, kepada staf dalam sebuah memo.

“Selama dua tahun terakhir kami telah melihat periode pertumbuhan yang dramatis. Untuk mencocokkan dan mendorong pertumbuhan itu, kami menyewa untuk realitas ekonomi yang berbeda dari yang kita hadapi saat ini,” kata Pichai kepada staf melalui email, dikutip dari laman Business Insider.

Dia mengatakan bahwa perusahaan telah melakukan “peninjauan yang ketat” terhadap perusahaan dan bahwa orang-orang yang diberhentikan “melintasi Alphabet, area produk, fungsi, level, dan wilayah.” Per 30 September, Alphabet memiliki 186.779 karyawan.

Karyawan yang terkena PHK akan mendapatkan:

Bayaran selama periode pemberitahuan penuh (minimal 60 hari). Selain itu mendapat paket pesangon mulai dari gaji 16 minggu ditambah dua minggu untuk setiap tahun tambahan di Google, dan mempercepat setidaknya 16 minggu pemberian GSU.

“Kami akan membayar bonus 2022 dan sisa waktu liburan. Kami akan menawarkan perawatan kesehatan selama 6 bulan, layanan penempatan kerja, dan dukungan imigrasi bagi mereka yang terkena dampak. Di luar AS, kami akan mendukung karyawan sesuai dengan praktik setempat,” tulis memo tersebut.

Tinggalkan Balasan