Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, April 21, 2024
redaksi@topcareer.id
Tren

Dukung Flaksibilitas, Program Prakerja 2024 Tambah Moda Pelatihan Baru

Ilustrasi program Prakerja 2024 ada penambahan moda pelatihan demi dukung fleksibilitas.Ilustrasi program Prakerja 2024 ada penambahan moda pelatihan demi dukung fleksibilitas.

Topcareer.id – Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program Prakerja pada 2024 dan akan menyasar 1,148 juta peserta sepanjang 2024. Pada tahun ini, pelatihan program Prakerja akan ditingkatkan kualitasnya, salah satunya melalui moda pelatihan baru.

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pelatihan diwujudkan dengan adanya moda pelatihan tambahan yang mendukung fleksibilitas dan aksesibilitas khususnya untuk peserta dari Indonesia Timur yang memiliki perbedaan waktu.

Sejumlah upaya untuk memperkuat hal itu, antara lain peningkatan kolaborasi, yakni Program Prakerja akan bekerja sama dengan lebih banyak pihak khususnya Kementerian/Lembaga (K/L) untuk menyediakan berbagai pelatihan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Kemudian, memperluas jangkauan yaitu Program Prakerja akan menjangkau lebih banyak lagi masyarakat di daerah terpencil dan tertinggal, juga mendorong keterlibatan Lembaga Pelatihan di lebih banyak lagi kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” kata Menko Airlangga dalam siaran pers beberapa waktu lalu, dikutip Selasa (27/2/2024).

Selain itu, juga akan dilakukan peningkatan kualitas pelatihan, yakni dengan penambahan moda pelatihan dikarenakan adanya moda asynchronous, yaitu moda pembelajaran mandiri atau Self-Paced Learning (SPL).

Baca juga: 48% Peserta Kartu Prakerja Berasal Dari 212 Kota Miskin Ekstrem

Ia menerangkan, metode ini memiliki keunikan di mana pelatihan harus diakses sesuai alur (sequence) yang disampaikan, dan tidak bisa dilewati maupun dipercepat. Meskipun moda ini dapat memberikan fleksibilitas, namun membutuhkan komitmen personal yang lebih tinggi dari penggunanya.

Pemerintah yakin bahwa dengan penguatan di berbagai bidang, Program Prakerja akan semakin bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Pada 23 Februari 2024 dibuka gelombang baru penerima Prakerja yakni Batch 63, dengan target peserta sebesar 1,148 juta sepanjang tahun 2024. Kuota ini akan dieksekusi secara bertahap oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP),” ujar Menko Airlangga.

Program Prakerja telah memberikan manfaat kepada 17,5 juta masyarakat di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Selama tiga tahun lebih, Program Kartu Prakerja telah memberikan akses pelatihan secara inklusif di antaranya untuk 51% perempuan, 48% berasal dari 212 kabupaten/kota miskin ekstrem, 2% dari kabupaten/kota tertinggal, dan 3% dari penyandang disabilitas.

Pada tahun 2023 lalu, Prakerja telah kembali pada skema normal dan berkolaborasi dengan 245 Lembaga Pelatihan untuk menyediakan tidak kurang dari 1.216 pelatihan mulai dari pelatihan tatap muka (luring) maupun webinar (daring) dalam berbagai kategori pelatihan seperti greenskills, digital termasuk Artificial Intelligence (AI), yang mendukung hilirisasi.

Leave a Reply