Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, April 21, 2024
redaksi@topcareer.id
Tren

Sekolah Kedinasan Diharap Jadi Pencetak Birokrat Berwawasan Digital

Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas mengatakan pemindahan ASN ke IKn secara lebih masif dilakukan pada September 2024.Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas mengatakan pemindahan ASN ke IKn secara lebih masif dilakukan pada September 2024. (dok. Kementerian PANRB)

Topcareer.id – Sekolah kedinasan seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dinilai memainkan peran vital sebagai pencetak birokrat berwawasan digital yang menguasai teknologi, seperti yang dikatakan Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas.

Apalagi, mengingat pemerintah kini terus berupaya menggenjot transformasi digital, yang mengharuskan ASN mampu beradaptasi cepat dengan pemanfaatan teknologi.

“Arahan Presiden agar birokrasi ke depan berdampak dan berubah. Salah satu kuncinya adalah bagaimana proses pendidikan yang banyak memproduksi birokrat seperti di IPDN juga melakukan gebrakan dan penyesuaian sejalan dengan visi misi terkait pengembangan kompetensi SDM Aparatur,” kata Menteri Anas dalam siaran pers, Selasa (27/2/2024).

Menteri Anas menjelaskan arah kebijakan pada tahun 2024 adalah merekrut talenta-talenta baru atau fresh graduate melalui seleksi CPNS dengan mengutamakan talenta-talenta digital.

Selain itu, untuk pemenuhan ASN 2024 diprioritaskan pada pelayanan dasar yakni tenaga guru dan tenaga kesehatan, selanjutnya berfokus pada penyelesaian permasalahan tenaga Non-ASN di Instansi Pemerintah sesuai mandat UU No. 20/2023.

Lebih lanjut ia juga membagikan sejumlah gagasan yang tengah didiskusikan terkait pelibatan IPDN dalam menyebarluaskan ilmu pemerintahan pada ASN lainnya termasuk lulusan sekolah kedinasan selain IPDN.

Baca juga: 8 Instansi Ini Siap Buka Seleksi Sekolah Kedinasan Pada Maret

Anas berpendapat seluruh ASN apapun latar belakang keilmuannya harus memiliki ilmu dasar tentang pemerintahan.

“Ke depan tidak hanya teman-teman IPDN yang paham ilmu pemerintahan tetapi juga teman-teman yang jurusan kedinasan lain, mereka tidak boleh hanya paham terkait kompetensi bidangnya tetapi mereka harus juga paham pemerintahan. Konsep ini yang sedang kita rumuskan agar ke depan semua sekolah kedinasan mencetak birokrat yang berdampak dan berkeahlian digital,” jelas Anas.

Menteri Anas juga membagikan gebrakan yang telah dilakukan pemerintah terkait transformasi ASN.

Ia menjelaskan Puzzle Regulasi berupa Undang-Undang ASN dan Peraturan Pemerintah tentang Manajemen ASN beserta peraturan turunannya merupakan ‘puzzle’ paling penting sebagai penggerak ‘puzzle’ yang lain untuk percepatan transformasi ASN menuju birokrasi yang profesional dan berkelas dunia.

Bagian ‘puzzle’ lainnya adalah platform digital Smart ASN, para pemimpin yang cakap dan berkomitmen, serta pegawai ASN yang memiliki growth mindset.

“Tentu saja ujung dari seluruh transformasi ASN adalah untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan masyarakat yang lebih sejahtera,” tuturnya.

Leave a Reply