Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, April 17, 2024
redaksi@topcareer.id
ProfesionalTren

Laporan Baru Glints: Ini 3 Posisi Teratas yang Banyak Dicari di Indonesia

Ilustrasi laporan Glints sebut tiga posisi teratas yang paling dicari di Indonesia, ada software developer.Ilustrasi programmer-IT-coding- Ilustrasi laporan Glints sebut tiga posisi teratas yang paling dicari di Indonesia, ada software developer. (Topcareer.id)


Topcareer.id – Menurut laporan terbaru dari Glints dan Monk’s Hill Ventures (‘MHV’), yang bertajuk Southeast Asia Startup Talent Trends Report 2024, tercatat bahwa posisi Business Development & Sales, Product dan Software Engineering sebagai tiga posisi teratas yang banyak dicari di Indonesia.

Laporan edisi tahun ini, menjelaskan secara lebih mendalam tentang tren perekrutan, gaji, serta ekuitas di dunia startup. Laporan tersebut mengambil data lebih dari 10.000 pekerja startup, 183 pimpinan dan pendiri startup, serta 72 wawancara dengan pendiri maupun operator startup di Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Taiwan.

“Di tengah kalibrasi ulang ini, beberapa talenta di bidang teknologi dan peran-peran lainnya yang dapat menghasilkan pendapatan memiliki permintaan yang tinggi, khususnya di tengah pemutusan hubungan kerja,” kata Steve Sutanto selaku Co-Founder & Group GM Glints dalam siaran pers, dikutip Rabu (6/3/2024).

“Kami melihat adanya peningkatan pada perekrutan talenta AI, termasuk AI engineers, prompters, dan scientists, karena saat ini kebanyakan pendiri Startup berinvestasi pada AI,” ujarnya.

Beberapa temuan kunci dari laporan ini meliputi:

Gaji startup menurun tajam sepanjang 2023; di mana posisi junior engineering paling terdampak. Penurunan ini disebabkan oleh PHK di sektor teknologi dan juga adanya pemotongan biaya, sehingga posisi teknisi junior menjadi peran yang paling terdampak di seluruh wilayah disusul dengan adanya penurunan gaji di seluruh wilayah.

Indonesia pun menjadi negara dengan penurunan tertinggi di angka 7%. Di angka 11,8% dan 8,5%, baik frontend maupun backend developer mengalami penurunan tertinggi di antara posisi terkait engineering di Indonesia.

Baca juga: Kualifikasi Kerja Berubah Di Era AI, Keterampilan Komunikasi Paling Diminati

Di sisi lain, kenaikan gaji periset UI/UX hingga 7,8% serta perancang UI/UX hingga 3,4% merupakan bukti bahwa peran UI/UX semakin diakui di Indonesia, sementara gaji analis produk terlihat stagnan.

Namun, sebagian besar posisi senior engineering di kawasan mengalami pertumbuhan yang cukup stabil dari tahun ke tahun, di mana ada peningkatan sekitar 2-3% untuk posisi ini.

Sebagai posisi yang banyak dicari, gaji untuk business development (BD) dan sales secara regional meningkat hingga 20%. Di tengah dunia yang semakin terdigitalisasi, posisi-posisi non-teknologi tetap mampu untuk memainkan peranan kunci bagi perusahaan.

Laporan ini menunjukkan bahwa posisi business development dan sales terus mengalami peningkatan gaji yang signifikan sebagai cerminan dari fokus startup yang lebih besar untuk mencapai profitabilitas pada 2023.

Di Indonesia khususnya, fungsi kehumasan atau public relations mengalami peningkatan gaji yang tertinggi di angka 11%. Namun, kesenjangan antara pekerjaan teknologi dan non-teknologi di Indonesia tergolong cukup tinggi, yakni di angka 22%.

Di antara talenta-talenta teknologi tersebut, talenta AI khususnya menjadi primadona di Indonesia dan Vietnam. Penggunaan teknologi AI yang semakin meningkat juga telah mendorong permintaan terhadap talenta AI dengan berbagai tingkat pengalaman.

Di Indonesia misalnya, gaji untuk posisi AI di tingkat junior melebihi pekerjaan lainnya dengan pengalaman setara, sementara prompt engineer dan trainer yang berbekal lebih dari 10 tahun pengalaman tercatat mendapatkan gaji tertinggi di angka USD4.000 setiap bulannya. Ke depannya, seluruh pekerjaan terkait AI pun diperkirakan akan semakin dibayar mahal.

Leave a Reply