Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, April 21, 2024
redaksi@topcareer.id
ProfesionalTren

Kualifikasi Kerja Berubah di Era AI, Keterampilan Komunikasi Paling Diminati

Ilustrasi mencari kerja-CV-resume - ilustrasi era AI mengubah lanskap kerja termasuk kualifikasi kerja. (Dimas/Topcareer.id)Ilustrasi mencari kerja-CV-resume - ilustrasi era AI mengubah lanskap kerja termasuk kualifikasi kerja. (Dimas/Topcareer.id)

Topcareer.id – Gempuran AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan) beberapa tahun belakangan membuat lanskap kerja berubah, termasuk kualifikasi kerja. Pekerja dituntut lebih untuk menguasai berbagai macam keterampilan yang mendukung karier di era AI.

Menurut LinkedIn, keterampilan lunak (soft skill) serta kemampuan untuk belajar jadi hal penting untuk bisa bersaing di pasar kerja, dan jadi kualifikasi kerja yang diminta perusahaan.

Country Leader, Indonesia, di LinkedIn, Rohit Kalsy menyampaikan bahwa sebanyak 97% pengusaha/perusahaan di Indonesia telah melihat perubahan substansial dalam keterampilan dan kualifikasi yang mereka prioritaskan pada kandidat pekerjaan karena dampak luas AI dan otomatisasi di industri mereka.

“Perusahaan menekankan pada kandidat yang tidak hanya memiliki keahlian AI, tetapi juga keterampilan lunak dan kapasitas untuk belajar,” kata Rohit dalam pernyataan tertulis kepada Topcareer.id beberapa waktu lalu.

Menurut Laporan Pembelajaran Tempat Kerja terbaru LinkedIn, 95% profesional Pembelajaran & Pengembangan (L&D) di Indonesia percaya bahwa keterampilan manusia semakin menjadi yang paling kompetitif dalam ekonomi.

Rohit menyebut, secara khusus keterampilan ‘komunikasi’ jadi yang paling atas dalam daftar keterampilan lunak yang paling diminati oleh LinkedIn di semua negara APAC – Indonesia, Australia, Cina, India, Jepang, Filipina, dan Singapura.

Baca juga: Adopsi AI Meluas, Pekerja Di Industri Ini Paling Mungkin Merasakannya

“Ini tidak mengherankan dalam dunia kerja baru di mana alat AI membebaskan waktu bagi para profesional untuk unggul dalam pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh manusia, seperti membangun hubungan dan berkolaborasi dengan orang lain,” ujar Rohit.

Selain itu, 43% manajer perekrutan Indonesia menganggap potensi pertumbuhan individu dan kemampuan untuk belajar sebagai faktor paling penting saat mengevaluasi kandidat internal dan eksternal.

Untuk membantu perusahaan dalam beralih ke pendekatan berbasis keterampilan, LinkedIn telah memperkenalkan pengalaman inovatif berbasis AI, dengan fitur-fitur seperti Recruiter 2024.

Ini merupakan pengalaman rekrutmen yang dibantu AI oleh LinkedIn, memungkinkan perekrut untuk dengan cepat mengakses rekomendasi kandidat berkualitas tinggi dengan menggunakan permintaan pencarian bahasa alami dan data yang kaya dari jutaan profesional dan perusahaan.

Leave a Reply