Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Lifestyle

5 Resolusi Tahun Baru yang Bisa Bikin Hidup Lebih Sehat

olahraga ringanOlahraga 11 menit.

TopCareer.id – Memiliki gaya hidup yang lebih sehat jadi salah satu resolusi tahun baru yang banyak dibuat oleh masyarakat.

Beberapa resolusi tersebut mulai dari menurunkan berat badan, lebih banyak aktivitas fisik, hingga memperbaiki pola makan.

Para ahli kesehatan pun menyarankanmu untuk beberapa resolusi tahun baru agar badanmu tetap bugar dan hidup lebih sehat, yang bisa dilakukan di 2026.

  • Jaga jam biologis agar tetap seimbang

Menjaga jam biologis agar tetap teratur sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental.

Penelitian dari para ahli di Brain and Mind Centre menunjukkan hampir seperempat orang dengan depresi mengalami “jet lag internal” atau gangguan pada jam biologis tubuh.

Dikutip dari laman The University of Sydney, Ian Hickie, Co-Director Brain and Mind Centre mengatakan, satu-satunya yang bisa dikendalikan tahun ini adalah jam biologisnya sendiri.

“Menjaganya tetap selaras dengan siklus terang-gelap alami dapat meningkatkan energi, suasana hati, dan rasa sejahtera secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia pun menyarankanmu untuk melakukan tiga dari kebiasaan berikut, sebanyak lima hingga tujuh hari dalam seminggu:

  1. Terpapar sinar matahari selama 30 menit di pagi hari
  2. Berolahraga 30 menit di pagi hari
  3. Jalan kaki di luar ruangan selama 30 menit saat jam makan siang
  4. Jalan kaki di luar ruangan selama 30 menit saat senja
  5. Menerapkan pola makan berbatas waktu, dengan jarak kurang dari 10 jam antara makan pertama dan terakhir, agar metabolisme selaras dengan ritme sirkadian

Baca Juga: 6 Resolusi Tahun Baru untuk Bikin Kerja Lebih Bermakna

  • Terapkan kebiasaan aktif bergerak dalam keseharian

Aktivitas fisik secara rutin penting untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya.

Tak harus olahraga di gym, kamu bisa melakukannya dengan kegiatan sehari-hari seperti berkebun atau membawa belanjaan, yang bisa memberi manfaat kesehatan.

“Daripada terlalu fokus pergi ke gym selama satu jam, lebih baik perhatikan ‘mikropola’ gerakan kecil dalam keseharian,” kata Matthew Ahmadi, Wakil Direktur Mackenzie Wearables Research Hub.

Ahmadi mencontohkan, kamu bisa melakukan jalan cepat singkat saat sedang berjalan santai. Menurutnya, pola aktivitas kecil namun sering inilah yang membentuk kebiasaan gerak harian.

“Riset menunjukkan bahwa memasukkannya ke dalam rutinitas dapat berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang,” kata Ahmadi.

  • Buat target 7 ribu langkah per hari

Jika selama ini 10 ribu langkah per hari dianggap sebagai target ideal, studi baru di The Lancet Public Health menunjukkan bahwa 7 ribu langkah per hari memberikan manfaat yang hampir setara.

Profesor Melody Ding dari School of Public Health menegaskan, peningkatan aktivitas dalam jumlah berapa pun tetap baik bagi kesehatan.

“Menargetkan 7.000 langkah per hari adalah tujuan yang realistis dan dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 47 persen, sekaligus memberikan manfaat kesehatan jangka panjang lainnya,” katanya.

Namun, jika kamu belum bisa mencapai 7.000 langkah, peningkatan kecil seperti dari 2.000 menjadi 4.000 langkah per hari, juga tetap bermanfaat.

“Langkah tidak harus ditempuh sekaligus. Manfaatkan aktivitas sehari-hari, seperti naik tangga alih-alih lift atau turun satu halte lebih awal dari bus,” kata Ding.

Baca Juga: Cara Biar Resolusi Tahun Baru Tak Berakhir Wacana

  • Tinggalkan diet tren sesaat

Associate Professor Nick Fuller, pakar obesitas dari Charles Perkins Centre mengingatkan supaya kamu tidak tergoda diet instan ala selebritas atau influencer. Menurutnya, pendekatan berbasis sains jauh lebih efektif dan berkelanjutan.

“Penurunan berat badan yang berkelanjutan bukan soal kemauan keras atau pembatasan ekstrem, melainkan tentang mengatur ulang ‘titik setel’ alami tubuh,” kata Fuller.

“Dengan mengikuti metode yang didukung sains, Anda dapat mencapai dan mempertahankan target berat badan,” imbuhnya.

  • Atur ulang waktu makan

Fuller menambahkan, kamu bisa mengatur makan dengan sarapan lebih banyak dan makan malam lebih sedikit.

Tubuh memproses kalori hingga 2,5 kali lebih efisien di pagi hari dibandingkan malam hari. Karena itu, sarapan yang cukup dan makan malam yang lebih ringan dapat mendukung metabolisme dan pengendalian berat badan.

“Alih-alih melewatkan waktu makan atau mengikuti tren puasa ekstrem, fokuslah pada pemenuhan nutrisi di awal hari,” kata Fuller.

“Strategi sederhana, seperti menggunakan piring yang lebih kecil saat makan malam dan memperlambat tempo makan, juga dapat membantu mengontrol porsi dan membentuk kebiasaan yang lebih sehat,” pungkasnya.

Leave a Reply