Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tren

Amazon PHK Lagi, 16 Ribu Pekerja Jadi Korban

Ilustraasi karyawan Amazon yang harus kembali ke kantor.Ilustrasi Amazon (Dok/TR Monitor)

TopCareer.id – Raksasa e-commerce Amazon mengumumkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sekitar 16 ribu pekerjanya.

Beth Galetti, Senior Vice President of People Experience and Technology, Amazon menyebut, sejak Oktober 2025 mereka menyatakan akan mengurangi lapisan hierarki, meningkatkan kepemilikan, serta menghilangkan birokrasi, dengan tujuan memperkuat organisasi.

“Meskipun banyak tim menyelesaikan perubahan organisasi mereka pada bulan Oktober, tim lain baru menyelesaikan pekerjaan tersebut sekarang.,” kata Galetti dalam blog perusahaan, ditulis Selasa (2/2/2026).

“Pengurangan yang kami lakukan hari ini akan berdampak pada sekitar 16.000 peran di seluruh Amazon, dan kami kembali bekerja keras untuk mendukung semua orang yang perannya terdampak,” ujarnya.

Baca Juga: Demi AI, Sederet Raksasa Teknologi Ramai-Ramai Lakukan PHK di 2025

Galetti menyebut, mereka akan menawarkan sebagian besar karyawan di Amerika Serikat waktu 90 hari untuk mencari posisi baru secara internal. Durasi ini akan berbeda di negara lain, sesuai ketentuan lokal masing-masing wilayah.

Sementara, bagi pekerja yang tidak mendapatkan posisi baru di perusahaan atau memilih untuk tidak mencarinya, perusahaan akan memberikan dukungan berupa pesangon, layanan penempatan kerja, tunjangan asuransi kesehatan jika berlaku, dan lain-lain.

“Sembari melakukan perubahan ini, kami juga akan terus merekrut dan berinvestasi di bidang dan fungsi strategis yang sangat penting bagi masa depan kami. Kami masih dalam tahap awal membangun setiap bisnis kami dan ada peluang besar di depan,” tulis Galetti.

CEO Andy Jassy, ​​yang telah secara agresif memangkas biaya sejak menggantikan pendiri Jeff Bezos pada 2021, memperkirakan pada bulan Juni bahwa AI generatif akan mengurangi jumlah karyawan Amazon dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Apple PHK Karyawan Penjualan, Puluhan Orang Dipecat

Mengutip AP News, PHK pada Rabu pekan lalu adalah yang terbesar bagi Amazon sejak tahun 2023, saat perusahaan memangkas 27 ribu karyawan.

PHK sendiri tidak terjadi saat perusahaan dalam kondisi keuangan yang buruk. Di kuartal terakhirnya, laba Amazon melonjak hampir 40 persen menjadi sekitar USD 21 dengan pendapatan lebih dari USD 180 miliar.

Akhir tahun lalu setelah PHK, Jassy mengatakan pemangkasan pekerja tidak didorong oleh keuangan perusahaan atau AI.

“Ini tentang budaya,” katanya pada bulan Oktober.

“Dan jika Anda tumbuh secepat yang kami lakukan selama beberapa tahun, ukuran bisnis, jumlah orang, jumlah lokasi, jenis bisnis yang Anda geluti, Anda akan memiliki lebih banyak orang daripada sebelumnya, dan Anda akan memiliki lebih banyak lapisan,” kata Jassy.

Leave a Reply