Keamanan Finansial Berdampak pada Optimisme Pensiun
Lebih lanjut, survei mencatat bahwa di antara mereka yang menantikan masa pensiun, 60 persen menyebut keamanan finansial menjadi alasannya tetap optimistis.
Alasan lain yaitu stabilitas (46 persen) dan merasa lebih mampu mengendalikan perubahan atau transisi hidup (23 persen).
Sebaliknya, mereka yang gelisah karena akan pensiun mengungkapkan kekhawatiran terbesar adalah tidak bisa memberikan dukungan finansial kepada keluarga (44 persen), disusul ketidakamanan finansial (37 persen).
Seringnya menunda pensiun juga membuat masyarakat kurang punya waktu untuk merencanakan pensiun.
Baca Juga: Ini Kekurangan Dari Keputusan Pensiun Dini
24 persen responden tidak membuat rencana apa pun sebelum pensiun, sementara 34 persen baru menyusun rencana dalam dua tahun sebelum berhenti bekerja penuh waktu.
Hanya 38 persen yang merasa sangat percaya diri terhadap rencana pensiunnya.
Selain itu, banyak kaum pekerja yang harus jadi sandwich generation, di mana mereka harus menopang finansial orang tua sekaligus anaknya.
Baca Juga: Mau Sehat selama Pensiun? Banyaklah Bergerak!
Merawat keluarga yang lebih tua dan lebih muda membuat sebagian orang menurunkan ekspektasi gaya hidup (40 persen) atau menunda pensiun (23 persen).
Survei juga menemukan makin banyak orang di Indonesia menginginkan kendali atas kapan mereka meninggalkan dunia kerja.
Hingga 77 persen responden percaya pensiun seharusnya menjadi pilihan pribadi, bukan batas usia yang wajib dipatuhi. Sebanyak 81 persen mendukung ide untuk bekerja melampaui usia pensiun di Indonesia.













