Tren

Revitalisasi Blok M, Transjakarta Dipastikan Tetap Beroperasi

TopCareer.id – Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi kawasan Blok M dengan model pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Konsep ini akan mengintegrasikan transportasi publik, ruang publik, aktivitas komersial, dan kehidupan perkotaan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, transformasi harus meningkatkan kualitas kawasan tanpa menghilangkan karakter Blok M yang selama ini menjadi ruang berkumpul, kuliner, hiburan, perdagangan, dan aktivitas kreatif, khususnya bagi generasi muda.

“Walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, dan lebih tertata, saya berharap Blok M tidak kehilangan ruh utamanya,” kata Pramono dalam peluncuran konsep desain transformasi Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Baca Juga: M Bloc Space Tampil dengan Wajah Baru

Dalam konsep Fase Ultimate, ruang yang dapat dimanfaatkan ditargetkan meningkat sekitar 10 kali lipat, sementara ruang publik bertambah sekitar lima kali lipat dari kondisi saat ini.

Namun, Pramono menegaskan aktivitas ekonomi dan mobilitas di Blok M tidak boleh terhenti selama proses revitalisasi. “Jadi Blok M itu harus ada terus karena memang di sini seluruh aktivitas sekarang ini tidak pernah terputus,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat mengungkapkan, ada 332 tenant yang saat ini beraktivitas di kawasan Blok M. Seluruh tenant akan menjalani proses transisi sebelum pembangunan dimulai, sehingga kegiatan usaha tetap berjalan.

“Pada saat nanti kita lakukan pembangunan, sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami lakukan di satu tempat. Jadi tidak pernah lepas, tetap melakukan operasi,” kata Tuhiyat.

Baca Juga: Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Naik 1 Januari 2027

Tuhiyat memastikan transportasi publik akan tetap beroperasi selama revitalisasi. “Pada saat pembangunan berlangsung, TransJakarta tetap berlangsung yang nanti kami akan cari jalan keluarnya bersama para OPD yang terkait dengan itu, terutama Dinas Perhubungan. Itu akan terus berlangsung,” pungkasnya.

Pramono pun berharap agar pola pengembangan kawasan serupa bisa diterapkan secara bertahap di titik strategis lain seperti Pasar Baru, Glodok Pecinan, hingga Kota Tua.

“Saya membayangkan Pasar Baru menjadi Myeong-dong-nya Jakarta. Kemudian kita jalan sedikit sampai dengan Glodok Pecinan, wajahnya juga kita lakukan perbaikan, dan ujungnya terakhir di Kota Tua,” tandas Pramono.

Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button