5 Cara HR Bantu Dorong Pertumbuhan Bisnis

TopCareer.id – HR punya peran yang semakin besar dalam menentukan arah sebuah perusahaan.
Bukan cuma soal merekrut atau mengurus karyawan, HR juga dituntut memahami bisnis, membangun budaya kerja, dan memastikan talenta terus berkembang mengikuti perubahan.
Chief Human Capital Officer Mayapada Healthcare Group Ana Febriana Triastuti membagikan lima cara HR dapat ikut mendorong pertumbuhan bisnis, sekaligus menyiapkan organisasi menghadapi perubahan dunia kerja.
HR perlu jadi bagian dari strategi bisnis
Ana mengatakan, HR tidak cukup hanya berperan sebagai fungsi pendukung yang menangani rekrutmen, administrasi, dan kebijakan karyawan.
HR juga perlu memahami arah bisnis dan dilibatkan sejak awal dalam pengambilan keputusan agar dapat menerjemahkan strategi perusahaan ke dalam kebutuhan organisasi, cara kerja, serta kapabilitas tenaga kerja.
Peran ini menjadi semakin penting ketika perusahaan melakukan perubahan, seperti mengembangkan unit bisnis baru, menyesuaikan struktur tenaga kerja, atau menghadapi situasi kritis.
Menurut Ana, dengan memahami konteks bisnis secara utuh, HR dapat membantu organisasi menjalankan perubahan dengan lebih terarah dan meminimalkan hambatan.
“Apapun challenge yang diberikan kepada saya itu saya berusaha lakukan lampaui,” kata Ana, mengutip keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Penyebab Demotivasi Karyawan yang HR Perlu Tahu, dan Cara Atasinya
Perubahan organisasi perlu HR yang berani dan adaptif
Organisasi perlu HR untuk menjalankan perubahan yang diperlukan, khususnya saat kondisi bisnis menuntut perusahaan bergerak cepat.
Ana mengungkapkan, perubahan ini bisa mencakup diversifikasi bisnis, pembentukan fungsi baru, perubahan model kerja, atau penyesuaian jumlah dan kompetensi tenaga kerja.
Dalam proses ini, HR perlu membangun kepercayaan, menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta berkomunikasi dengan jelas kepada berbagai pemangku kepentingan.
Keberanian untuk mengambil tanggung jawab dan menyelesaikan tantangan menjadi bagian penting dari kepemimpinan HR.
Mengadaptasi budaya layanan ke perilaku sehari-hari
Dalam pengalamannya, Ana menyebut industri kesehatan menghadapi ekspektasi layanan yang semakin tinggi setelah pandemi.
Di sisi lain, ada juga persaingan untuk mendapatkan dan mempertahankan tenaga profesional, termasuk dokter dan perawat yang semakin ketat.
Di sini, HR punya peran untuk membantu membangun budaya kerja yang mendukung kualitas layanan dan keselamatan pasien.
Karena itu, nilai organisasi perlu diterjemahkan menjadi perilaku sederhana yang bisa diterapkan setiap hari seperti kolaborasi, perhatian pada detail dan akurasi, tanggung jawab, serta empati.
Baca Juga: Pimpinan HR Tak Boleh Abaikan Kemanusiaan Saat Ambil Keputusan
Organisasi perlu bergerak cepat dengan tetap tepat dan dapat diandalkan
Ana menyebut bahwa prinsip “fast, right, and reliable” bisa menjadi DNA baru organisasi. Menurutnya, kecepatan perlu diimbangi ketepatan agar hasil yang diberikan tetap dapat diandalkan.
“Kalau fast enggak right, bahaya. Kita perlu fast, right untuk bisa reliable,” ujar Ana.
Menurutnya, prinsip tersebut relevan bagi HR maupun pemimpin bisnis yang perlu merespons perubahan dengan cepat tanpa mengabaikan akurasi, kualitas, dan dampak keputusan terhadap manusia.
Dia memberi contoh, dalam industri kesehatan, perhatian terhadap detail dan ketepatan bahkan memiliki kaitan langsung dengan kualitas layanan yang diterima pasien.
Talenta perlu terus belajar dan mengembangkan kualitas manusia
Bagi para profesional dan pencari kerja, Ana menyarankan agar terus memperbarui keterampilan sesuai perkembangan industri dan teknologi.
Dia mengatakan, AI dapat membantu mempermudah pekerjaan dan meningkatkan produktivitas. Namun, pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan karakter, ketangguhan, dan kemauan untuk terus belajar.
Selain membangun keahlian, Ana menilai pemimpin juga memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan pertumbuhan orang-orang yang dipimpinnya.
Melalui coaching dan mentoring, pemimpin dapat membantu anggota tim mengembangkan kerangka berpikir, membangun growth mindset, dan bertumbuh secara berkelanjutan.



