Tren

Ada Risiko Tersembunyi di Balik Tren Karikatur AI?

TopCareer.id – Beberapa waktu lalu, sempat viral tren di mana pengguna media sosial membuat karikatur atau ilustrasi AI, berdasarkan kehidupan dan pekerjaan mereka.

Tren AI ini akan menampilkan versi karikatur atau animasi dari pengguna dengan berbagai hal yang berkaitan dengan pekerjaan atau profesi mereka.

Namun, mengutip siaran pers, Rabu (25/6/2026), Kaspersky mengingatkan bahwa tren ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengekspos informasi pribadi, serta memungkinkan pembuatan pesan penipuan yang dipersonalisasi.

“Tren viral pembuatan karikatur kehidupan kita ini mungkin tampak seperti hiburan yang tidak berbahaya, tetapi sebenarnya merupakan informasi sukarela bagi penjahat siber,” kata Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik, Kaspersky.

Menurut para pakar, jenis permintaan ini berbeda dengan filter biasa. Supaya gambar yang dihasilkan akurat, orang-orang mengizinkan AI untuk mengakses semua informasi terkait dengan profil mereka tanpa batasan.

Baca Juga: ARMY Hati-Hati, Ada Situs Palsu Berkedok Tur BTS

Instruksi itu sendiri tertanam dalam perintah seperti: “buat karikatur tentang saya dan pekerjaan saya berdasarkan semua yang Anda ketahui tentang saya.”

Selain foto referensi, data tambahan seperti nama perusahaan, logo perusahaan, jabatan, kota, rutinitas harian, hobi, dan detail keluarga lainnya sering disertakan dan digunakan untuk menciptakan tren tersebut.

Setiap poin data itu merupakan bagian penting dalam membangun profil digital yang detail.

Dengan menggabungkan gambar, teks, dan konteks, kebiasaan, hubungan, tempat yang sering dikunjungi, dan tanggung jawab profesional, informasi lengkap ini bisa dieksploitasi penjahat siber untuk membuat penipuan lebih canggih.

Akibatnya, upaya penipuan yang menyebut tempat kerja, jabatan, atau anggota keluarga jadi jauh lebih meyakinkan dan meningkatkan kemungkinan untuk meningkatkan kepercayaan korban, serta membagikan informasi sensitif atau uang.

Risiko yang tinggi di Asia Pasifik

Kaspersky mencatat, risiko ini sangat tinggi di Asia Pasifik.

Meski 78 persen profesional menggunakan AI setiap minggu (melebihi rata-rata global 72 persen), banyak pengguna masih kesulitan dengan literasi teknis dasar, sehingga rentan terhadap rekayasa sosial dan phishing.

Saat berinteraksi dengan platform, pengguna juga tak cuma membagikan gambar akhir.

Foto asli, teks atau instruksi yang dibuat, riwayat pemakaian, hingga data teknis seperti alamat IP, perangkat, atau pola interaksi, juga sangat mungkin disimpan, tergantung layanan dan kebijakan privasinya.

Baca Juga: Serangan Phishing QR Code Meroket di Paruh Kedua 2025

Sebagian informasi ini mungkin disimpan untuk mengoperasikan layanan, meningkatkan kinerja, atau melatih model AI, yang berarti konten tidak benar-benar hilang usai karikatur dibuat, dan mungkin tetap ada lebih lama dari yang diperkirakan.

“Di wilayah dengan adopsi AI terdepan namun literasi teknis yang masih tertinggal, potret digital ini menjadi peta berbahaya,” kata Adrian.

Ia mengatakan, ini pada dasarnya kita memberi penipu ‘konteks’ yang mereka butuhkan untuk mengubah email phishing generik menjadi penipuan yang sangat personal dan meyakinkan

“Sehingga memungkinkan untuk melewati pertahanan pengguna yang berhati-hati sekalipun,” pungkasnya.

Tips tetap aman ikut tren karikatur AI

Kaspersky menyebut, tren ini memang bisa jadi cara untuk bereksperimen dengan kreativitas digital. Meski begitu, agar tetap aman, ada beberapa tips yang sangat disarankan saat melakukannya:

  • Hindari memasukkan data yang dapat diidentifikasi dalam kolom isian, seperti nama lengkap, jabatan, perusahaan, kota, alamat, jadwal, atau rutinitas, bahkan jika tampaknya hanya untuk mempersonalisasi gambar.
  • Jangan mengunggah foto yang menampilkan logo, kredensial, dokumen, plat nomor kendaraan, layar, fasad bangunan, atau elemen apa pun yang dapat membantu menemukan Anda atau mengaitkan Anda dengan suatu organisasi.
  • Jangan membagikan informasi atau gambar anak di bawah umur, atau mengungkapkan detail keluarga yang dapat digunakan untuk meniru kontak dekat atau merancang penipuan emosional.
  • Tinjau kebijakan privasi dan izin platform sebelum menggunakannya, terutama mengenai penyimpanan konten dan penggunaan data untuk pelatihan atau peningkatan layanan.
  • Lengkapi kehati-hatian dengan perlindungan digital aktif untuk membantu mengurangi risiko dari tautan berbahaya, unduhan berbahaya, dan teknik phishing terkait tren ini, sekaligus memperkuat keamanan perangkat.
Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button