Tarif Transjakarta Blok M-Bandara Soetta Jadi Rp 15.000 Mulai 1 September 2026
TopCareer.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menetapkan tarif Transjakarta rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) atau TransBandara menjadi Rp 15.000 per penumpang. Tarif ini mulai berlaku 1 September 2026.
Di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (31/7/2026), Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin, menegaskan penetapan tarif dilakukan untuk menjamin keberlanjutan operasional, serta memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM).
“Penetapan tarif Rp 15.000 murni merupakan hasil kajian mendalam demi keberlanjutan layanan dan tetap disubsidi Pemprov DKI Jakarta, sehingga masyarakat tetap mendapatkan moda transportasi menuju bandara yang sangat terjangkau,” ujarnya.
Mengutip siaran pers, sebelumnya, tarif Transjakarta Blok M-Bandara Soetta adalah Rp 3.500. Harga ini berlaku selama tiga bulan masa pengenalan.
Budi menegaskan, dengan tarif Rp 15.000, TransBandara akan tetap jadi moda transportasi paling ekonomis menuju Bandara Soetta dibandingkan taksi konvensional, transportasi daring, kereta bandara, maupun bus komersial lainnya.
Sementara menurut kajian Litbang Kompas, dari sisi penerimaan masyarakat, mayoritas pengguna merespons positif dan menilai tarif tersebut masih terjangkau.
Baca Juga: Open Top Tour Jakarta Punya Rute Baru, Bisa Keliling Sarinah-Kota Tua Naik Bus Atap Terbuka
“Sebanyak 89,7 persen responden menilai tarif Rp 15.000 masih jauh lebih murah dibandingkan moda lain, dan 78,3 persen merasa manfaat layanannya sangat sepadan,” kata Juno Omarali, perwakilan Litbang Kompas.
Survei Litbang Kompas juga mencatat tingkat kepuasan pengguna Transjakarta rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta mencapai 97,5 persen.
Aspek kebersihan armada, rasa aman, dan profesionalisme petugas merupakan indikator yang paling diapresiasi. Survei juga mengungkapkan 63,5 persen responden menyatakan bersedia membayar tarif Rp 15.000.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza pun mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan.
Ia mengungkapkan, sejumlah layanan yang akan ditingkatkan termasuk penataan area keberangkatan di Terminal Blok M agar lebih ramah bagi penumpang yang membawa koper dan penyediaan armada dengan ruang bagasi khusus.
Selain itu, akan ditingkatkan juga ketepatan jadwal dan sinkronisasi dengan waktu penerbangan.
Baca Juga: Kenali, Bentuk dan Cara Hadapi Pelecehan Seksual di Transportasi Umum
“Kami fokus menjaga kepastian jadwal kedatangan bus dan kenyamanan fasilitas sehingga tingkat kepuasan masyarakat yang sudah mencapai 97,5 persen dapat terus dipertahankan,” kata Welfizon.
Ia menambahkan, biaya produksi layanan TransBandara Blok M–Bandara Soekarno-Hatta mencapai sekitar Rp70 ribu per penumpang untuk jarak tempuh 64 kilometer.
Selisih biaya tersebut ditanggung dengan subsidi Pemprov DKI Jakarta, agar masyarakat tetap memperoleh layanan transportasi bandara dengan tarif terjangkau.
Menurut Dishub DKI Jakarta, sejak diluncurkan 12 Maret hingga 30 Juni 2026, Transjakarta Blok M–Bandara Soetta telah melayani 182.996 pelanggan dengan rata-rata 1.851 penumpang per hari.



