EdukasiTren

Temuan CKG: Ratusan Ribu Anak Indonesia Bergejala Cemas dan Depresi

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (3/7/2024). (YouTube Komisi IX DPR RI)

TopCareer.idCek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selama setahun menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak Indonesia.

Dari sekitar tujuh juta anak yang menjalani skrining, gejala kecemasan dan depresi dilaporkan dalam jumlah signifikan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (9/3/2026) menyebut, 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder).

Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder). “Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali,” kata Budi, dikutip dari siaran pers.

Persoalan kesehatan jiwa pada anak ini dinilai perlu mendapat perhatian serius, karena jika tidak, bisa berujung pada kematian akibat bunuh diri.

Baca Juga: CKG Sasar Pekerja, Driver Ojol Ikut Cek Kesehatan

Menkes menjelaskan, masalah kesehatan jiwa pada anak tidak hanya dipengaruhi faktor individu, tetapi juga lingkungan keluarga, pertemanan, serta pendidikan.

“Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar,” kata Menkes.

Menurutnya, masyarakat perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). “Semua orang pasti menghadapi tekanan, namun yang terpenting adalah bagaimana meresponsnya dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga: 28 Juta Orang RI Diduga Kena Masalah Kejiwaan, Siapa yang Berisiko?

Merespon temuan ini, Kemenkes meningkatkan target skrining CKG hingga 25 juta anak. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, mengatakan hasil skrining akan ditindaklanjuti oleh Puskesmas.

Kementerian juga mengklaim, pemerintah mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas, yakni sekitar 203 orang.

Selain itu, pemerintah menyiagakan layanan krisis kesehatan jiwa melalui Healing119.id guna mendukung intervensi cepat.

Di sektor pendidikan, Kemenkes mendorong peran guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru kelas untuk mendampingi siswa yang terdeteksi memiliki gejala.

Leave a Reply