TopCareer.id – Meta melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada 10 persen pekerjanya secara global, atau sekitar 8.000 orang.
PHK ini dimulai Rabu pekan lalu dan akan berlangsung dalam tiga gelombang, mulai pukul 04.00 waktu setempat bagi staf yang terdampak, seperti dilaporkan Reuters.
Dilansir Aljazeera, dikutip Senin (25/5/2026), divisi yang terdampak di antaranya tim integritas yang bertugas menghapus konten berbahaya, serta anggota tim keamanan siber dan desain konten.
Menurut perwakilan Meta, staf di Amerika Serikat akan mendapatkan pesangon selama 16 minggu, ditambah dua minggu tambahan untuk setiap tahun masa kerjanya.
Baca Juga: LinkedIn PHK 5 Persen Karyawan, Bos Sebut Ada Perubahan di Industri
Selain PHK, perusahaan induk WhatsApp, Facebook, dan Instagram itu juga membatalkan rencana perekrutan 6.000 pegawai baru dan akan mengalihkan 7.000 karyawan lainnya ke peran yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
Dalam memonya kepada karyawan, CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan bahwa langkah ini diperlukan karena “kesuksesan bukan sesuatu yang pasti” di tengah persaingan sengit di bidang AI.
“AI adalah teknologi paling berdampak dalam hidup kita,” tulis Zuckerberg dalam memo yang dilihat CNBC. “Perusahaan yang memimpin akan menentukan generasi berikutnya.”
Raksasa media sosial itu sebelumnya mengungkapkan kepada karyawan pada April bahwa mereka akan melakukan PHK besar-besaran bulan berikutnya, sekaligus membatalkan rencana untuk mengisi 6.000 posisi kosong.
Perusahaan mengatakan dalam memo saat itu bahwa pemangkasan pekerjaan dilakukan untuk membantu mendanai investasi di bidang lain seperti AI.
Baca Juga: Disney PHK 1.000 Karyawan, Marvel Kena Imbas
Dikutip dari CNBC, tim dan unit yang fokus pada infrastruktur AI, model dasar AI, dan monetisasi AI, diperkirakan akan tetap dipertahankan.
“Selalu menyedihkan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang telah berkontribusi pada misi kami dan membangun perusahaan ini,” kata Zuckerberg dalam memo tersebut.
Langkah ini muncul di tengah kabar soal menurunnya laporan moral pekerja di perusahaan, usai peluncuran program pelacakan AI untuk pekerja, yang dipakai Meta untuk melatih model AI-nya sendiri.
Menurut Wall Street Journal, program ini menjadi kontroversi di kalangan pekerja. Media itu melaporkan lebih dari 1.500 orang menandatangani petisi yang menuntut perusahaan tidak mengumpulkan data mereka.






