EdukasiLifestyle

THR Cair, Ini Tips Biar Tak Menyesal di Akhir

Dunkin Donutr dilaporkan ke Kemenaker lantaran tak bayar THR pekerja.Ilustrasi THR. (dok. istimewa)

TopCareer.id – Mengelola THR lebaran dengan bijak sangat dibutuhkan agar tidak malah jadi beban di kemudian hari.

Istiqlaliyah Muflikhati, dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University mengatakan, ada beberapa strategi pengelolaan keuangan yang bisa dilakukan jelang hari raya Idulfitri.

Awali dengan menyusun rencana anggaran berdasarkan berdasarkan skala prioritas.

Susunlah anggaran dimulai dengan mengidentifikasi seluruh kebutuhan, lalu urutkan dari yang paling utama (primer) hingga yang kurang mendesak.

“Contohnya, zakat fitrah, zakat mal, transportasi dan kebutuhan mudik atau silaturahim, sampai tunjangan hari raya (THR) untuk keluarga dan kue lebaran,” ujarnya, mengutip laman resmi IPB University.

Jika kebutuhan primer sudah terpenuhilah, susunlah daftar kebutuhan sekunder seperti baju lebaran, dekorasi rumah, atau kegiatan rekreasi bersama keluarga. Namun, rencanakan sesuai kondisi keuangan Anda.

“Anggaran tentunya harus mempertimbangkan kondisi keuangan. Sebisa mungkin hindari utang,” kata Istiqlaliyah.

Baca Juga: THR Wajib Dibayar Maksimal H-7 Lebaran, Tak Boleh Dicicil

Untuk mengelola THR, sebaiknya tidak menghabiskan dana tersebut untuk belanja. Ia merekomendasikan untuk melakukan prinsip 3S dalam mengalokasikan pendapatan, termasuk THR.

“Setiap menerima uang masuk, termasuk THR, sebaiknya dialokasikan untuk 3S, yaitu spending (konsumsi/belanja), saving (menabung), dan sharing (infaq/berbagi),” ujarnya.

THR juga baiknya dimanfaatkan untuk menambah anggaran belanja yang sudah direncanakan, bukan dibelanjakan seluruhnya.

Jika ingin membawa oleh-oleh saat mudik, sebaiknya tetap dalam batas wajar dan tidak berlebihan.

Untuk berhemat, masyarakat dapat memanfaatkan promo atau diskon. Namun, jangan mudah tergoda oleh potongan harga untuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

“Perlu diingat, dahulukan memenuhi kebutuhan, bukan keinginan,” kata Istiqlaliyah.

Untuk menekan pengeluaran impulsif saat berbelanja kebutuhan lebaran, Istiqlaliyah menyarankan masyarakat membuat dan mematuhi anggaran yang telah disusun.

Baca Juga: Skor Kesehatan Finansial Turun, Anak Muda RI Sulit Punya Dana Darurat

Gunakan metode pembayaran nontunai dengan batas tertentu dan batasi kebiasaan scrolling saat belanja daring karena dapat memicu pembelian impulsif.

Kurangi window shopping atau melihat-lihat barang tanpa rencana, karena dapat menimbulkan dorongan belanja spontan.

Jika muncul keinginan membeli barang di luar daftar kebutuhan, sebaiknya tidak langsung melakukan pembayaran, namun tunda hingga keesokan hari.

Jika menemukan promo atau diskon, pastikan barang tersebut memang masuk dalam daftar kebutuhan.

Hindari juga belanja dalam kondisi emosional seperti saat lapar atau stres, karena dapat memengaruhi pengambilan keputusan.

“Hindari utang dan sisihkan dana untuk pasca-Lebaran. Jangan sampai setelah Lebaran bingung karena tidak ada simpanan,” pungkasnya.

Leave a Reply