TopCareer.id – Meta akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada ratusan karyawan mereka.
Menurut sumber anonim, PHK akan berdampak ke sejumlah divisi termasuk Facebook, operasional global, rekrutmen, penjualan, hingga bagian realitas virtual mereka, Reality Labs.
Menurut The New York Times, seperti dikutip dari Quartz, jumlah mereka yang terkena PHK Meta adalah sekitar 700 orang.
Pemangkasan ini pun akan mencakup sebagian kecil dari jumlah karyawan Meta yang hampir mencapai 79 ribu orang di akhir 2025, menurut The Verge.
Beberapa karyawan yang terdampak ditawari posisi baru di dalam perusahaan. Dalam beberapa kasus, posisi baru tersebut mengharuskan mereka untuk pindah lokasi.
Baca Juga: Ancaman di Balik Tingginya Pekerja Informal dan PHK
“Tim di seluruh Meta secara rutin melakukan restrukturisasi atau perubahan untuk memastikan mereka berada dalam posisi terbaik dalam mencapai tujuan mereka,” kata juru bicara Meta, mengutip CNBC, Sabtu (28/3/2026).
“Jika memungkinkan, kami mencari peluang lain bagi karyawan yang posisinya terdampak,” imbuh pernyataan perusahaan tersebut.
PHK ini terjadi saat Meta kembali memfokuskan upayanya dan menggelontorkan miliaran dolar ke bidang kecerdasan buatan (AI), di mana mereka sedang mencoba mengejar para pesaing seperti OpenAI, Anthropic, dan Google.
Pada Januari, Meta juga telah memberhentikan karyawan yang berfokus di divisi Reality Labs serta menutup sejumlah studio yang mengerjakan proyek VR.
PHK tersebut berdampak pada lebih dari 1.000 pekerjaan dan memengaruhi sekitar 10 persen persen dari unit yang memproduksi headset VR Quest dan jejaring sosial virtual Horizon Worlds tersebut.
Baca Juga: Data Kemnaker: 359 Pekerja Kena PHK di Januari 2026
Saham Meta sempat naik hampir 3 persen pada awal Maret setelah Reuters melaporkan perusahaan mungkin akan memangkas lebih dari 20 persen tenaga kerjanya.
Saat itu, juru bicara Meta mengatakan bahwa laporan tersebut “bersifat spekulatif mengenai pendekatan teoretis.”
Sementara itu, Meta juga terus menambah talenta yang ahli dalam AI generatif dan agen AI, yang kini menjadi fokus utama perusahaan.
Langkah terbaru perusahaan termasuk kerja sama lisensi dengan startup Dreamer, di mana stafnya akan bergabung dengan Meta Superintelligence Labs.
Sebagai bagian dari kesepakatan ini, salah satu pendiri Dreamer, Hugo Barra, akan kembali ke Meta setelah sebelumnya membantu memimpin divisi realitas virtual perusahaan dari 2017 hingga 2021.






