TopCareer.id – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka pendaftaran Beasiswa Akselerasi Magister 2026 mulai tanggal 2 sampai 30 April 2026.
Beasiswa ini memungkinkan mahasiswa jenjang sarjana (S1) untuk mempercepat transisi menuju studi magister (S2), termasuk di perguruan tinggi luar negeri.
Mengutip laman resmi LPDP, Beasiswa Akselerasi Magister dirancang dalam satu jalur terintegrasi sejak masih berstatus mahasiswa S1.
Mahasiswa berprestasi pun akan punya kesempatan untuk mengikuti tahap internasionalisasi sarjana, sebelum melanjutkan langsung ke studi magister di kampus tujuan.
Beberapa kampus luar negeri ternama yang jadi tujuan program ini di antaranya adalah University of Wisconsin-Madison dan Georgetown University.
Baca Juga: 32.049 Orang Daftar Beasiswa LPDP Tahap 1 tahun 2026
LPDP juga menawarkan program studi yang beragam mulai dari ekonomi terapan, hubungan internasional, hingga studi keamanan.
Sasaran dari program ini adalah mahasiswa S1 yang memiliki performa akademik unggul. Salah satu syarat utamanya yaitu masuk 10 besar terbaik di program studinya, serta memiliki IPK minimal 3,25.
Pendaftar juga harus sudah menempuh studi minimal 1,5 tahun, masih berstatus aktif sebagai mahasiswa, serta memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan skor IELTS minimal 6,5 atau TOEFL iBT minimal 80.
Ada beberapa tahap yang harus dilewati calon peserta yaitu internasionalisasi sarjana, masa tunggu, magang wajib (jika dipersyaratkan), lalu studi magister.
Tahap internasionalisasi bisa berupa program seperti visiting student atau credit earning di perguruan tinggi luar negeri, yang diakui sebagai bagian dari studi sarjana di dalam negeri.
Baca Juga: Beasiswa Gojek 2026 untuk Mitra dan Anak Mitra, Cek Syarat Daftarnya
Laku, peserta wajib melanjutkan ke program magister dan memperoleh satu gelar akademik dari perguruan tinggi tujuan. Durasi pendanaan program maksimal 24 bulan, mencakup seluruh tahapan tersebut.
Proses seleksi terdiri dari dua tahap yaitu seleksi administrasi dan seleksi substansi. Pengumuman akhir dijadwalkan pada 8 Juni 2026, dengan perkuliahan paling cepat dimulai pada Juli 2026.
Nantinya, awardee akan mendapatkan biaya pendidikan seperti tuition fee, buku, bantuan riset tesis dan publikasi, serta dukungan biaya hidup, transportasi, asuransi kesehatan, hingga dana darurat.
Pendanaan juga mencakup fase internasionalisasi sarjana, sehingga program ini jadi salah satu skema paling lengkap untuk jalur percepatan studi luar negeri.
Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa cek di sini.






