Tren

Oracle Pangkas Puluhan Ribu Karyawan, Staf Dapat Email PHK Jam 6 Pagi

Ilustrasi Oracle. (Flickr)

TopCareer.id – Perusahaan teknologi Oracle melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran pada hari Selasa, 31 Maret 2026 lalu.

Surat PHK dikirimkan pada karyawan pukul 6 pagi di hari itu. Tidak jelas berapa yang terdampak, namun laporan menyebutkan kisarannya bisa mencapai 10 hingga 30 ribu karyawan.

Angka tertinggi itu setara dengan hampir 19 persen dari total karyawan yang mencapai 162 ribu orang.

“Setelah mempertimbangkan kebutuhan bisnis Oracle saat ini, kami memutuskan untuk menghapus posisi Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas,” ujar pesan yang diterima karyawan.

“Dengan demikian, hari ini adalah hari kerja terakhir Anda,” tulis pesan itu, seperti dilansir Business Insider dan dikutip dari Moneywise, Senin (6/4/2026).

Mengutip BBC, sekitar 10 ribu diyakini terdampak, menurut seorang karyawan, yang mengacu pada anjloknya jumlah staf yang aktif di sistem pesan internal Oracle, Slack.

Baca Juga: Meta PHK Ratusan Karyawan, Facebook hingga Divisi VR Terdampak

Nina Lewis, salah satu karyawan yang terkena PHK, menuliskan di LinkedIn bahwa dirinya menjadi bagian dari sekitar 30 ribu orang yang diberhentikan.

Ia menambahkan, “tampaknya PHK mengikuti semacam algoritma yang menyasar kontributor individu tingkat tinggi dan manajer menengah—terutama mereka yang memiliki opsi saham besar.”

Michael Shepherd, seorang manajer senior yang tidak terdampak, menulis di LinkedIn bahwa “insinyur senior, arsitek, pemimpin operasional, manajer program, dan spesialis teknis” termasuk di antara mereka yang diberhentikan.

Shepherd menulis bahwa “pengurangan tenaga kerja yang signifikan” ini tidak didasarkan pada kinerja karyawan.

“Individu yang terdampak tidak diberhentikan karena sesuatu yang mereka lakukan atau tidak lakukan,” tambahnya.

Oracle adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia dan menyediakan perangkat lunak serta infrastruktur cloud computing bagi perusahaan lain.

Tidak diketahui apakah Oracle melakukan pemangkasan tersebut karena investasi besar-besaran pada kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Perusahaan pun menolak berkomentar pada media.

Baca Juga: Ancaman di Balik Tingginya Pekerja Informal dan PHK

Oracle telah menggunakan alat AI secara internal dan para eksekutif sebelumnya mengatakan ini memungkinkan lebih sedikit karyawan untuk melakukan lebih banyak pekerjaan.

Oracle mencatat kenaikan laba bersih sebesar 95 persen pada kuartal terakhir, mencapai lebih dari USD 6 miliar.

Namun, saham perusahaan ditutup di angka USD 147,11 di hari pengumuman PHK, sekitar 55 persen lebih rendah dari rekor tertinggi penutupan sepanjang masa pada September lalu di USD 326,90.

Bloomberg mencatat, Oracle sedang berupaya mengatasi “tekanan kas akibat ekspansi besar-besaran pusat data AI” dalam upayanya bersaing dengan Amazon dan menyediakan infrastruktur AI untuk perusahaan seperti OpenAI.

Dilaporkan juga biaya pinjaman Oracle meningkat dua kali lipat karena bank mulai mengurangi pembiayaan ekspansi pusat data tersebut. Analisis TD Cowen menemukan, pengurangan 20 hingga 30 ribu pekerja bisa menghemat perusahaan sampai USD 10 miliar.

Leave a Reply