TopCareer.id – Pasar kerja Indonesia dinilai sedang tidak baik-baik saja. Berbagai tantangan tengah menghantui mulai dari krisis global hingga sulitnya mencari kerja.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam bahkan menyebut, banyak perusahaan yang sekarang belum berencana membuka lowongan kerja.
“67 persen perusahaan itu tidak berniat untuk melakukan rekrutmen baru. Ini yang menurut kita juga salah satu hal yang perlu diperhatikan,” kata Bob dalam rapat dengan DPR RI, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Apindo: Situasi Ketenagakerjaan Indonesia Lampu Kuning
Annisa Thabiina, Senior Marketing Manager Jobstreet by SEEK mengatakan bahwa sejauh ini lowongan kerja yang masuk di platformnya masih cenderung stabil.
“Jadi tidak ada penurunan pemasangan loker atau segala macam, dan yang pasti dari sisi jobseeker yang mencari kerja itu jauh lebih banyak sekarang,” kata Annisa ditemui di Mega Career Expo di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Annisa menyebut, pencari kerja yang mengunjungi Jobstreet dan mengirimkan lamaran kerja melalui platform tersebut pun terbilang masih tinggi.
“Ini menunjukkan kebutuhan akan mencari kerja semakin banyak di tahun ini, tapi kalau dari sisi rekrutmennya sejauh ini masih aman, masih oke, tidak ada penurunan signifikan,” ujarnya.
Baca Juga: Tren Rekrutmen 2026: AI Jadi Standar Baru, Talenta Global Kian Diburu
Dia mengungkapkan, industri yang banyak diminati di Indonesia dari tahun ke tahun tidak terlalu banyak bergeser.
Menurut Annisa, biasanya industri yang banyak diminati setiap tahunnya di antaranya manufaktur, Food and Beverages (FnB), serta banking and finance.
Annisa pun mengakui salah satu tantangan di pasar kerja saat ini adalah terus bertambahnya kelompok fresh graduate. Di sisi lain, jumlah lulusan baru yang belum mendapatkan pekerjaan masih tinggi.
“Jadi sepertinya generasi muda 18-24 sekarang masih yang lumayan banyak (mencari kerja) dibandingkan generasi-generasi atasnya,” kata Annisa.






