Tren

Ancaman Siber Intai Piala Dunia 2026, Ini Cara Aman Menontonnya

Lionel Messi usai mencetak gol di pertandingan Argentina vs Algeria di Piala Dunia 2026. (Dok: FIFA)

TopCareer.idPiala Dunia FIFA 2026 tak lepas dari ancaman serangan siber. Menurut Unit 42 Palo Alto Networks, turnamen ini menjadi target yang sangat menarik bagi pelaku kejahatan digital.

Para pelaku ancaman diperkirakan akan menargetkan brand terpercaya, layanan yang berinteraksi langsung dengan penggemar, infrastruktur penyelenggaraan acara, serta ekosistem keamanan yang lebih luas.

Menurut Palo Alto Networks, ada beberapa tiga serangan siber yang harus diwaspadai oleh pihak-pihak terkait Piala Dunia FIFA 2026.

Pertama adalah gangguan operasional atau disrupiton. Serangan ini dirancang untuk mengganggu operasional, menurunkan kualitas layanan, atau menciptakan kebingungan terkait infrastruktur penting penyelenggaraan acara.

Bentuknya bisa mencakup serangan distributed denial-of-service (DDoS), perubahan tampilan situs web (website defacement), serangan ke penyedia layanan, serta upaya mendisrupsi sistem digital yang digunakan fans, venue, dan penyelenggara.

Ancaman lain adalah untuk mencari profit. Ancaman dengan volume dan kemungkinan tertinggi adalah kejahatan siber yang bermotif finansial.

Baca Juga: Mengapa Pemain Piala Dunia Gandeng Anak-Anak Saat Masuk Lapangan?

Ancaman ini mencakup serangan ransomware yang menargetkan sistem reservasi dan point of sale (POS), serta berbagai bentuk penipuan canggih yang dapat mengecoh para penggemar.

Selain itu, waspadai juga disinformasi yang bertujuan untuk menciptakan ketidakstabilan dan rasa takut di masyarakat. Hal ini sering kali dilakukan melalui propaganda dan narasi untuk memicu kecemasan publik.

Bagi penonton Piala Dunia FIFA 2026 juga wajib mewaspadai ancaman-ancaman siber, terutama yang memanfaatkan momen pesta bola dunia.

Pelaku kejahatan siber secara aktif menargetkan para penggemar yang menyaksikan pertandingan dari rumah melalui berbagai modus, seperti merchandise palsu, platform streaming ilegal, hingga kode QR yang disebarkan di acara nonton bareng (nobar).

Tips Aman Nonton Piala Dunia 2026

Unit 42 menghimbau para penonton di Indonesia untuk tetap waspada dengan menerapkan langkah-langkah berikut:

  • Menonton pertandingan hanya melalui saluran resmi yang berlisensi FIFA

Gunakan platform streaming yang resmi dan hindari kanal ataupun situs pihak ketiga yang menawarkan siaran gratis.

Hindari juga melakukan pembelian lewat aplikasi luar atau aplikasi pembayaran antarindividu. Gunakan fitur perlindungan transaksi jika memungkinkan.

  • Verifikasi akomodasi sebelum melakukan pembayaran

Selalu anggap permintaan untuk mengirimkan dana di luar platform resmi atau pembayaran menggunakan mata uang kripto sebagai suatu tanda bahaya (red flag).

Pastikan keaslian properti dengan membandingkan foto pada daftar akomodasi dengan tampilan lokasi melalui layanan peta seperti street view.

Baca Juga: Superkomputer Prediksi Juara Piala Dunia 2026, Siapa yang Menang?

  • Waspadai kode QR yang tersedia di acara nonton bareng (nobar)

Perlakukan setiap kode QR yang dipasang di tempat umum dengan sikap skeptis, karena hal ini dapat mengarahkan pengguna ke situs phishing atau upaya pencurian data.

  • Gunakan VPN atau jaringan seluler saat bepergian

Jika harus menggunakan jaringan Wi-Fi publik, pastikan menggunakan layanan VPN yang terpercaya saat mengakses akun atau melakukan aktivitas penting. Nonaktifkan fitur koneksi otomatis ke Wi-Fi dan hapus jaringan yang sudah tidak digunakan.

  • Pastikan perangkat dan aplikasi selalu diperbarui

Segera lakukan pembaruan perangkat lunak pada ponsel jika belum dilakukan. Hindari mengunduh file APK dari sumber yang tidak resmi dan pastikan setiap aplikasi terkait Piala Dunia telah tercantum dalam daftar aplikasi resmi yang dipublikasikan oleh FIFA.

Leave a Reply