EdukasiTren

Mengapa Pemain Piala Dunia Gandeng Anak-Anak Saat Masuk Lapangan?

Player escort anak dalam Piala Dunia 2014 di Brasil. (The Kansas City Star)

TopCareer.id – Salah satu tradisi yang dibawa dalam Piala Dunia 2026 adalah player escort anak-anak, yang dibawa pemain sesaat sebelum pertandingan dimulai.

Tradisi player escort anak-anak merupakan hal yang sering dilakukan dalam banyak pertandingan. Biasanya, pemain akan menggandeng anak-anak saat memasuki lapangan hijau hingga berdiri menyanyikan lagu kebangsaan.

Dilansir berbagai sumber, tradisi ini juga menyiratkan kampanye hak-hak anak, mengingatkan para pemain bahwa mereka menjadi role model, mewujudkan mimpi anak, hingga mencegah hooliganisme atau bentuk kekerasan lainnya.

Tradisi ini muncul di Brasil tahun 1970-an. Ronan Ramos Oliveira, direktur hubungan masyarakat di Clube Atlético Mineiro saat itu, memulai gagasan tersebut.

Pada 5 September 1976 di pertandingan Atlético Mineiro dan América Mineiro, ia mengusulkan agar anak-anak ikut masuk ke lapangan bersama para pemain tim.

Awalnya, anak yang dipilih harus memiliki kemiripan fisik dengan salah satu pemain. Program ini juga menjadi strategi untuk mendorong lebih banyak keluarga datang menonton pertandingan di stadion.

Tradisi ini pun banyak dilakukan di level pertandingan klub. Tidak jarang, beberapa anak yang pernah menjadi seorang player escort, juga terjun ke dunia sepak bola dan menjadi pemain profesional.

Baca Juga: Superkomputer Prediksi Juara Piala Dunia 2026, Siapa yang Menang?

Wayne Rooney, salah satu bintang tim nasional Inggris dan Manchester United, pernah menjadi seorang pendamping pemain saat masih kecil.

Dalam foto yang dimuat di Liverpool Echo pada 1996, menunjukkan Rooney yang saat itu berusia 11 tahun sebagai salah satu dari dua “anak maskot” yang mendampingi pemain memasuki lapangan.

Piala Eropa UEFA 2000 lalu menjadi salah satu turnamen besar yang menampilkan player escort.

Sementara di gelaran Piala Dunia FIFA, player escort mulai ditampilkan di Piala Dunia 2002. Sejak itu pendamping pemain untuk Piala Dunia FIFA atau Piala Eropa UEFA, dipilih melalui kompetisi yang diselenggarakan oleh sponsor turnamen.

Mengutip WCNC, sejak edisi 2002 Piala Dunia selalu menampilkan anak usia 6 hingga 10 tahun untuk mendampingi pemain memasuki lapangan.

Saat itu, UNICEF dan FIFA bekerja sama untuk mempromosikan dan melindungi hak setiap anak atas rekreasi yang sehat dan pendidikan dasar yang berkualitas.

Keduanya pun mengusung kampanye “Saying Yes For Children” yang memberikan peran penting kepada anak-anak dengan mendampingi setiap pemain saat memasuki lapangan.

Secara simbolis, kehadiran anak-anak tersebut bertujuan untuk mengingatkan para penggemar sepak bola bahwa mereka memiliki peran besar dalam membangun dunia yang layak bagi anak-anak.

Baca Juga: Lowongan Kerja Ini Cari Orang Buat Nonton Semua Pertandingan Piala Dunia 2026

McDonald’s, yang telah lama menjadi sponsor Piala Dunia FIFA, sebelumnya mendukung program maskot anak ini sejak 2002.

Namun, jaringan restoran cepat saji tersebut bukan satu-satunya sponsor di balik program pendamping pemain dan tidak mensponsori program tersebut pada Piala Dunia Qatar 2022.

Untuk Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, program pendamping pemain akan dipimpin oleh Quaker Oats.

Perusahaan dan organisasi sepak bola Common Goal membawa lebih dari 1.400 anak ke lapangan, di 11 kota tuan rumah di Amerika Serikat. Mereka akan berkesempatan berjalan bersama para pemain menuju lapangan dalam 66 pertandingan.

Meski begitu, di luar Piala Dunia, menjadi player escort juga berarti mengeluarkan biaya. Investigasi The Guardian pada 2014 menemukan, klub-klub Liga Primer Inggris mengenakan biaya hingga 450 poundsterling agar seorang anak bisa menjadi maskot pertandingan.

Tak cuma menjadi pendamping pemain, anak-anak juga mendapatkan peran lain selama Piala Dunia yaitu sebagai flag bearer (pembawa bendera).

Leave a Reply