Lifestyle

Kesehatan Reproduksi Pekerja Perempuan Masih Kerap Diabaikan

Ilustrasi pekerja perempuan. (Pexels/Moose Photos)

TopCareer.id – Partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia kini sudah mencapai 56,42 persen. Meski begitu, kesehatan reproduksi pekerja perempuan masih kerap diabaikan.

Menurut DKT Indonesia, seiring semakin besarnya peran perempuan di dunia kerja, dukungan terhadap kesehatan bukan lagi fasilitas tambahan bagi karyawan, namun sudah jadi prioritas bisnis.

Namun menurut mereka, seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (3/7/2026), kesehatan reproduksi pada perempuan seringkali masih diabaikan.

Baca Juga: Kesempatan Kerja Perempuan di Indonesia Naik, Ketimpangan Gender Turun

Menurut data Springer di 2025, 89,5 persen pekerja perempuan mengalami nyeri menstruasi dan 13,2 persen kehilangan rata-rata tiga hari kerja dalan enam bulan.

Meski data mencatat dampaknya, banyak karyawan tetap menunda konsultasi mengenai KB, kontrasepsi, kesehatan menstruasi, atau perencanaan kehamilan karena keterbatasan waktu, akses, atau tidak tahu harus konsultasi ke mana.

“Seiring meningkatnya peran perempuan dalam dunia kerja, kesehatan reproduksi perlu menjadi bagian dari strategi kesejahteraan karyawan di setiap perusahaan,” kata Fety Siti Fatimah, Customer Experience Manager, DKT Indonesia.

Hal ini juga yang mendasari DKT Indonesia untuk meluncurkan program konsultasi gratis secara langsung di tempat kerja bertajuk Halo DKT Intimate with You.

Baca Juga: Perempuan Gen Z Dihadapkan Pilih Karier atau Cinta

Program ini menyediakan konsultasi privat mengenai KB, kontrasepsi, kesehatan menstruasi, dan perencanaan kehamilan bersama dokter dan bidan terpercaya langsung di tempat kerja.

Seluruh program didanai oleh DKT Indonesia, sehingga perusahaan dapat menambah inisiatif kesejahteraan karyawan tanpa biaya operasional.

Perusahaan yang berminat pun dapat mendaftar atau mencari tahu informasi lebih lanjut melalui email fety@dktindonesia.org atau menghubungi 0815-4031-550.

Leave a Reply