TopCareer.id – Bagi segelintir perempuan Gen Z, karier atau cinta harus menjadi dua pilihan dan tidak bisa dimiliki keduanya.
Hal ini seperti dilaporkan dalam survei terbaru EduBirdie, platform penulisan cerita daring terhadap 2.000 responden.
Di survei tersebut, 47 persen responden perempuan Gen Z mengaku ingin menikah, punya anak, dan pekerjaan yang stabil. Sementara, 23 persen memilih sukses, mandiri, dan terkenal, meski harus tetap melajang.
Soal keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan personal, 25 persen responden menyebut mereka harus memilih antara karier atau percintaan dan tidak bisa memiliki keduanya.
Psikolog Wendy Walsh yang juga pakar hubungan, mencoba memiliki kehidupan pribadi yang baik sekaligus karier yang sukses merupakan tantangan terbesar bagi perempuan sepanjang sejarah.
Baca Juga: 8 Tanda Wanita Hanya Mengejar Uang Kamu, Bukan Cinta
Ketimpangan yang masih terjadi membuat situasi ini semakin terasa. Rata-rata perempuan hanya memperoleh sekitar 81 sen untuk setiap 1 dolar yang diterima laki-laki, menurut Bureau of Labor Statistics, Amerika Serikat.
Kondisi ini membuat banyak perempuan merasa bahwa satu-satunya cara untuk maju adalah dengan fokus penuh pada karier, sebagaimana ditemukan dalam survei EduBirdie.
Walsh mengatakan, perempuan Gen Z kemungkinan besar masih percaya perempuan bisa memiliki semuanya, hanya saja tidak dalam waktu yang bersamaan.
Bisa jadi mereka merasa perlu mengembangkan keterampilan kerja dan menabung terlebih dahulu, sebelum memikirkan aspek kehidupan lainnya.
Baca Juga: 5 Ciri yang Terlihat saat Introvert Jatuh Cinta
Menurut Walsh, pada orang-orang yang ingin menyeimbangkan hubungan romantis dan karier, ini masih bisa terjadi, apalagi jika memiliki pasangan yang tepat.
“Hubungan yang sehat adalah tentang saling ketergantungan,” ujarnya. “Carilah pasangan yang mendukung ambisi Anda, sebagaimana Anda juga mendukung ambisinya.”
Menurut Walsh, sikap paling sehat adalah melihat pasangan pria bukan sekadar sebagai pencari nafkah, tetapi sebagai partner.
“Sahabat terbaik, seseorang yang bisa saling membantu. Saya pikir perempuan Gen Z mulai menghapus peran gender tradisional dan mulai menerima laki-laki untuk lebih terlibat dalam urusan rumah tangga,” pungkasnya.






