TopCareer.id – Seorang software engineer bernama Chris Espinosa, menjadi satu-satunya karyawan terlama Apple yang sudah bekerja sejak perusahaan teknologi itu pertama kali dibangun.
Hingga saat ini, pria 64 tahun itu masih menyandang nomor karyawan 8 dan masih bekerja di perusahaan pembuat iPhone itu.
Dilansir Apple Insider, Selasa (7/7/2026), selama setengah abad, Espinosa sudah memegang berbagai peran mulai dari manajer pemasaran System 7 hingga posisi yang sekarang dia emban di tim tvOS.
Kariernya dimulai pada 1976. Mengutip vnexpress. net, saat itu Steve Jobs merekrutnya untuk menulis program untuk komputer Apple II menggunakan bahasa programming BASIC. Espinosa baru berusia 14 tahun.
“Rasanya benar-benar menyenangkan, karena saat itu orang-orang sedang membangun seluruh industri ini dari nol,” ujar Espinosa dalam wawancaranya dengan The New York Times.
“Baik toko komputer maupun perangkat lunak komersial, semuanya harus diciptakan untuk pertama kalinya,” ujarnya.
Baca Juga: Tim Cook Mundur dari CEO Apple, John Ternus Penggantinya
Tahun 1978, dia sempat mengambil jeda kerja penuh untuk kuliah di University of California, Berkeley. Namun, dia tetap bekerja secara paruh waktu di Apple, bahkan sempat menulis buku panduan untuk pengguna Apple II.
Pada 1981, Jobs membujuknya untuk keluar dari kuliah dan kembali bekerja full-time di Apple. Sejak itu, Espinosa tidak pernah meninggalkan Apple, meski mengakui sempat galau akan masa depannya.
“Saya sempat bertanya-tanya apa yang akan saya lakukan karena saya tidak memiliki gelar sarjana dan hanya pernah bekerja di satu perusahaan,” kata Espinosa.
“Namun saya ada di sini saat lampunya pertama kali dinyalakan. Jadi, sekalian saja saya bertahan sampai lampunya dipadamkan,” imbuhnya.
Espinosa juga sempat merasakan saat Apple nyaris bangkrut, sebelum diselamatkan kembali oleh Steve Jobs pada tahun 1997.
Di 1985, Jobs sempat meninggalkan Apple karena berkonflik dengan John Sculley. Di bawah kepemimpinan Sculley sebagai CEO, perusahaan mengalami penurunan secara finansial dan berbagai peralihan strategi.
Di masa-masa krisis, Apple beberapa kali melakukan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melibatkan ratusan hingga ribuan karyawan.
Baca Juga: Apple PHK Karyawan Penjualan, Puluhan Orang Dipecat
Namun seiring waktu, Espinosa menyadari bahwa posisinya relatif aman karena biaya pesangonnya akan terlalu besar jika dia dikeluarkan dari jabatannya.
Dia menyebutnya momen kembalinya Steve Jobs ke Apple sebagai titik balik perusahaan, serta menggambarkan tahun-tahun sebelumnya sebagai era yang penuh “kesombongan.”
Menurut Espinosa, saat ini banyak perusahaan teknologi yang muncul lalu menghilang dengan cepat, karena mencoba meniru Apple tanpa benar-benar memahami apa yang membuat perusahaan itu berhasil.
“Sebagian besar industri teknologi sekarang hanya mengejar gelembung tren berikutnya dan keluar sebelum gelembung itu pecah,” ujar Espinosa. “Itu bukan cara kami bekerja di sini,” pungkasnya.
Saat ini, Espinosa bekerja mengembangkan sistem operasi untuk Apple TV. Ia juga memiliki 2.000 lembar saham yang diberikan oleh Steve Wozniak kepadanya tak lama setelah Apple melantai di bursa pada 1980.
Saham ini didapatkannya sebagai bagian dari “Woz Plan”, program yang memungkinkan karyawan awal memperoleh saham milik Wozniak. Saham tersebut kini bernilai hampir 57.000 dolar AS per lembar.






